Indonesia Kehilangan Sosok Guru Bangsa Buya Syafii Maarif

Jumat, 27 Mei 2022 | 17:49 WIB

Jakarta, MPOL: Indonesia kehilangan sosok guru Bangsa Buya Syafii Maarif dalam usia 86 tahun demikian Ketua DPR RI Puan Maharani merasa kehilangan tokoh besar atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPR RI menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian berduka atas wafatnya Buya Syafii Maarif dalam usia 86 tahun. Menurutnya, Bangsa Indonesia kehilangan tokoh besar dengan kepergian cendekiawan muslim mengatakan pada wartawan, Jumat (27/5) di DPR RI Jakarta.

Menurutnya almarhum sangat dekat dan sudah seperti keluarga. “Beliau sosok yang sangat mengayomi, bijaksana. Kedekatan kami bisa dikatakan seperti seorang cucu dengan kakeknya, karena saat bertemu saya bisa bicara santai dan akrab,” kenangnya. “Banyak hal dan ilmu yang saya dapatkan jika sedang berdiskusi dan berbincang dengan beliau,” tutur Puan.

Buya Syafii meninggal dunia di Yogyakarta pada Jumat (27/5) pukul 10.15 Wib di PKU RS Muhammadiyah, Gamping, Yogyakarta, setelah terkena serangan jantung ringan sejak Maret 2022 lalu. Menurut Puan, bukan hanya umat muslim yang merasa kehilangan dengan meninggalnya mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut. “Wafatnya Buya Syafii tak hanya duka bagi Muhammadiyah dan umat muslim. Kepergian beliau merupakan kehilangan untuk semua masyarakat Indonesia mengingat sosoknya yang begitu dihormati dan dikagumi oleh umat lintas agama.”

Dalam kesempatan ini Ketua DPR RI mendoakan agar Buya Syafii Maarif mendapat tempat terindah di Surga Allah SWT. Ia juga berdoa agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan iman. “Kini menjadi tugas kita putra-putri bangsa untuk melanjutkan cita-cita Buya Syafii yang konsen tentang Islam berkemajuan, tolerasi, nilai-nilai kebangsaaan, dan komitmennya tentang nilai-nilai Pancasila.” Serta mengucapkan penghargaan dan rasa terima kasih atas dedikasi Buya Syafii bagi umat Islam, bangsa dan negara, serta seluruh masyarakat. “Selamat jalan Buya, terima kasih atas semua yang telah dilakukan bagi Indonesia,” tutur Puan Maharani.