Ikut andil Dalam Pengungkapan 2,5 ton sabu, Polda Jatim Komitmen Berantas Mafia Narkoba dan Jaringannya

Minggu, 2 Mei 2021 | 19:02 WIB

Surabaya,MOL: Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur (Jatim) ambil bagian dalam pengungkapan 2,5 ton sabu, yang diungkap Satgassus Merah Putih Polri, belum lama ini.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim Kombes Pol Hanny Hidayat yang ikut dalam pengungkapan kasus ini menyatakan, awalnya tim gabungan mendapat informasi terkait peredaran sabu jaringan Internasional asal Pakistan yang akan dikirim melalui jalur laut ke wilayah Perairan Aceh, Sumatera.

Kemudian Tim Gabungan Satgassus serta beberapa personel tim khusus Direktorat Reserse Narkoba Jatim melakukan penyelidikan ke wilayah Meulaboh, Aceh Barat dan berhasil menangkap 7 orang tersangka.

“Barang bukti yang kami amankan 43 bungkus besar dengan perhitungan kasar berat bruto 2,5 ton sabu atau kalau dirupiahkan mencapai Rp1,2 triliun,” kata Kombes Hanny Hidayat, kepada wartawan, Minggu (2/5/2021).

Dikemukakan Kombes Hanny, barang haram tersebut sebelumnya diangkut dari sebuah kapal ikan tradisional yang disandarkan di Desa Pulo Tengah. Setelah itu disembunyikan di sebuah bak fiber di rumah yang berada di Lorong Kemakmuran Kecamatan Meulaboh, Aceh Barat. “Totalnya 2,5 ton sabu sebagaimana yang telah direlis oleh Bapak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo,” sebutnya.

Mantan Direktur Kriminal Khusus Polda Batam ini menegaskan tidak ada ampun dan tidak ada gigi mundur dalam pemberantasan narkoba ini. Kata Hanny, masih banyak anggota yang punya integritas dan komitmen dalam pemberantasan narkoba.

“Kita akan bersih-bersih baik di lingkungan kita sendiri. Kasus yang terjadi di Polrestabes Surabaya hanya oknum. Bagi yang terlibat kami usulkan ke pimpinan untuk di pecat dan di pidana seberat-beratnya,” tegas Kombes Hanny.

Sebelumnya, diberitakan bahwa Polri mengungkap penyelundupan narkoba jenis sabu sebanyak 2,5 ton yang berasal dari jaringan Timur Tengah – Malaysia – Indonesia.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan, apabila ditotal, nilai sabu tersebut mencapai triliunan. “Jika diuangkan maka kurang lebih senilai Rp 1,2 triliun,” sebutnya, dalam konferensi pers di Mabes Polri, pada Rabu (28/4/2021) lalu.

Dikemukakan Kapolri, operasi pengungkapan penyelundupan sabu itu dilakukan pada 10 April dan 15 April 2021. Operasi tersebut, dilakukan di tiga lokasi berbeda yakni dua di Aceh dan satu di pertokoan kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Dari hasil operasi, Polri mengamankan 18 tersangka, terdiri dari 17 warga negara Indonesia (WNI) dan seorang Warga Negara (WN) Nigeria. “Salah satu di antaranya menerima tindakan tegas terukur,” tegasnya.***