PWI Pusat Gelar Safari Jurnalistik Perdana 2020

Hadapi Revolusi Digital, Dahlan Iskan: Lakukan Apa yang Harus Dilakukan Tanpa Takut akan Kegagalan

Rabu, 14 Oktober 2020 | 18:41 WIB

Jakarta, MPOL : Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bekerjasama dengan PT Astra Intenational menggelar Safari Jurnalistik Perdana 2020 melalui Webinar, di Lantai 4 Sekertariat PWI Pusat Gedung Dewan Pers dan diikuti oleh lebih dari 300 orang peserta dari penjuru pelosok nusantara, Rabu (14/10/2020).

Direktur Safari Jurnalistik PWI Pusat, Ahmed Kurnia Soeria Widjaja mengatakan, Safari Jurnalistik ini merupakan program reguler PWI Pusat bagi anggotanya dan untuk kali ini pelaksanaanya agak berbeda karena dilakukan di masa pandemi.

Sebagian peserta Safari Jurnalistik 2020 Sesi 1. (Foto: ist)

“Safari Jurnalistik ini merupakan program reguler yang difokuskan pada pengenalan perkembangan jurnalistik, baik regulasi maupun teknologi dan ini dilakukan di saat Pandemi jadi kita lakukan secara daring dan untuk tahap perdana ini diikuti oleh 300 peserta,” jelas Ahmed .

Kuliah Webinar ini merupakan sesi 1 dari 3 sesi yang dijadwalkan. Dalam Safari Jurnalistik yang digelar kali ini PWI Pusat menghadirkan begawan pers Indonesia Dahlan Iskan yang juga mantan Menteri BUMN sebagai nara sumber dengan mengangkat Topik “Model Bisnis Media dan Masa Depan Profesi Wartawan”.

Suasana dikantor PWI Pusat saat Safari Jurnalistik 2020 Sesi 1 berlangsung. (Foto: ist)

Dalam paparanya, Dahlan Iskan mengatakan saat ini jurnalistik berkembang sangat pesat, seiring berkembangnya teknologi dan juga dengan kehadiran platform lain yang semakin banyak sehingga mau tidak mau kita harus tampil kreatif dan inofatif.

Tentunya, salah satu kunci untuk tetap bertahan adalah dengan mengikuti kemajuan dunia digital. Menurut Dahlan, hal yang terpenting dalam menghadapi revolusi digital saat ini adalah “melakukan yang harus dilakukan, tanpa adanya keraguan atau ketakutan akan kegagalan”.

Dahlan menambahkan, keberanian dalam melakukan apa yang harus dilakukan tentunya adalah kunci utama dalam melakukan suatu perubahan demi menghadapi revolusi digital yang kapan saja bisa membuat industri media hancur.

Saat ini pelaku industri media massa harus melakukan digitalisasi yang berani, namun tidak melanggar kode etik dan kaidah-kaidah jurnalistik yang sudah ditetapkan. Namun hal ini tetap tidak menjamin akan masa depan media karena sangat sulit untuk diramalkan apalagi saat ini di tengah pandemi Covid-19 yang melanda bangsa kita.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari menyampaikan, kegiatan Safari Jurnalistik perdana 2020 ini, merupakan agenda rutin PWI untuk menambah wawasan wartawan mengenai jurnalistik, juga mengenai kode etik serta pers di era konvergensi media.

Dia berpesan kepada para jurnalis untuk terus menjaga profesionalisme dalam bekerja, apalagi tahun ini diperhadapkan dengan tahun politik.

Apa yang didapatkan di kuliah Safari Jurnalistik ini, penting untuk menjadi pegangan bagi kita sebagai jurnalis dalam menyajikan berita ke masyarakat itu harus berpijak pada ada kesadaran, baik hukum, undang-undang pers dan kode etik.

“Jadi tingkatkan juga pengetahuan dan keterampilan, jurnalistik dalam program Sekolah Jurnalistik, hal ini juga menuntut agar Wartawan Inodonesia lebih profesional, berwawasan dan beretika,” ujar Bang Atal sapaan Ketum PWI Pusat ini.

Sementara itu Head of Corporate Communication PT Astra International Boy Kelana Soebroto menyambut baik kerja sama dengan Sekolah Jurnalis PWI.

“PWI merupakan pemangku kepentingan yang strategis bagi PT Astra Internasional. Dukungan kami ini merupakan bentuk komitmen PT Astra Internasional untuk ikut meningkatkan wawasan dan profesionalisme wartawan Indonesia,” ujarnya.

Kuliah Safari Jurnalistik Perdana ini dihadiri juga oleh Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi, Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat Nurjaman Mochtar, Wabendum PWI Pusat Dar Edi Yoga serta Pengurus PWI Pusat lainnya. (rel)