Gandi: Ketua KPK Firli Bahuri Petarung Ulet

Senin, 10 Februari 2020 | 22:20 WIB

Medan (Medanposonline.com) – Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (PMPHI) menilai, kritikan akhir akhir ini yg dilontarkan ke Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli  Bahuri merupakan pembunuhan karakter. PMPHI SU berharap Firli Bahuri dan jajarannya tidak terjebak serta menyakini mampu mengatasinya dengan berpedoman kepada undang undang (UU).

“Ada pendapat Harun Masiku anggota PDIP bisa ditangkap setelah ada izin dari Ketum Megawati, dan Firli bisa dipidana 5 tahun karena mengadakan pertemuan dengan pimpinan DPR, Kepercayaan Publik ke KPK akan menurun karena Firli otoriter,   Dengan digantinya personil yang dipercaya pimpinan KPK lama diprotes habis-habisan. Dalam kurun waktu kurang lebih 2 bulan seperti semua salah, padahal Firli dan anggotanya sudah bekerja dengan berpedoman ke UU”, kata Koordinator Wilayah (Korwil) PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat di Medan, Senin (10/2/2020) siang.

Kata Gandi, DPR sebagai pembuat UU, secara kelembagaan tidak salah kalau bertemu dengan yang melaksanakan UU KPK dikantor DPR tersebut.

“Belum ada UU yang melarang KPK bertemu secara formal dengan siapapun, termasuk dengan  elemen masyarakat bahkan Ketua DPR. Harum Masuki belum berhasil ditangkap KPK, bukan karena harus ada izin dari Ketua Umum PDIP, kasus itu masih berproses,” sebutnya.

Drs. Gandi Parapat

Ditambahkan juga, terkait adanya pergantian di tubuh KPK, setiap pimpinan atau ketua punya hak menentukan siapa yang layak membantu kinerjannya yang diamanatkan UU.

“Jadi kami yakin dengan digantinya personil yang akan dipercaya utk melaksanakan tugas Pemberantasan Korupsi itu tidak perlu dipermasalahkan, kecuali jika Firli melanggar UU,” katanya.

Jadi sebut Gandi Padapat, pembunuhan karakter ke ketua KPK Firli sudah dimulai dari seleksi penerimaan calon anggota KPK sampai sekarang, dan  seperti sudah terprogram oleh kelompok tertentu.

“Seharusnya mereka mendorong Firli dan anggota KPK untuk lebih semangat, kalau KPK ada indikasi melanggar UU atau tidak serius bekerja, ya sampaikan ke Dewan Pengawas KPK. Tak perlu membuat citra KPK itu jelek dimata umum, seolah olah putus harapan ke KPK karena Firli. Kita harus ingat dan tau latar belakang pak Firli itu darimana, pak Firli itu manusia yang tidak mau menyerah dengan kondisi, dia orang desa sebelum SMP sudah bertarung dan tidak pernah menyesal kenapa cepat ditinggal orang tuanya, dia orang yang taat beragama, hormat kepada orang tua, tidak pernah menyerah atas keadaan yang sangat sulit, dia petarung yang ulet” sebut Korwil PMPHI Sumut itu.

“Jangan harap dalam menjalankan tugasnya Firli takut kepada orang atau partai yang memilih dia menjadi Ketua KPK, dia hanya takut apabila melanggar UU dan Firli bukan petugas partai. Pertemuan formal KPK dengan ketua dan unsur ketua DPR kami yakini membicarakan salah satu pelaksanaan UU yang dibuat DPR. Jadi kalau terus dibebani KPK dengan kritikan yang mematikan krakter, bisa tujuan tidak tercapai. Marilah kita bantu KPK agar lebih cepat bekerja. Masalah Harun Masiku kami yakini pasti selesai dengan tidak  mengecewakan rakyat Indonesia. Mudah-mudahan an masyarakat luas tidak terpengaruh untuk ikut ikutan menyalahkan ketua dan anggota KPK,” tutur Gandi. (mam)