Narasi Prof Yusuf Leonard Henuk Dinilai  Tak Mendidik

Era SBY Pembangunan Infrastruktur dan Pembangunan SDM Terus Digalakkan 

Minggu, 10 Januari 2021 | 20:55 WIB
Medan,MPOl : Plt Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumatera Utara (Sumut), Drs Herri Zulkarnain Hutajulu,SH MS.i menyebutkan,  narasi  Guru Besar Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), Prof  Yusuf Leonard Henuk tentang mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jauh dari citra seorang pendidik.
          Hal tersebut dikemukakan Herri Zulkarnain Hutajulu menjawab wartawan terkait narasi Prof Yusuf Leonard Henuk di twitter dan sebuah media online yang meminta agar Presiden ke-6 SBY agar introspeksi diri dan tidak perlu mengajari pemerintah soal strategi pembangunan nasional.
          Dan menurut Yusuf, di masa SBY juga ada beberapa proyek yang mangkrak, sehingga mengajari pemerintah Jokowo soal proyek nasional, sama saja mengajari ikan berenang.
           “Kami menilai narasai dan pernyataan Prof Yusuf Leonard Henuk tersebut tidak mendidik, apalagi beliau seorang guru besar dan berstatus sebagai ASN ( Aparatur Sipil Negara -red)”, kata Herri Zulkarnain di Medan, Minggu (10/1/2021) .
             Herri yang didampingi Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumut, Hj.Meilizar Latif, SE,MM Dan pengurus lainnya DR.Masdar Limbong, Ir.Bangun Tampubolon,M.Si, Saut Parulian Gurning,Zulkifli,Maju Manalu dan lainnya itu menyebut, dalam posisi sebagai ASN dan tenaga pendidik, narasi Prof Yusuf Leonard  sangat tidak mendidik
          Dikatakan,  bapak SBY selaku Presiden ke-6 RI tentu punya pengalaman berharga yang bisa dibagi kepada semua elemen masyarakat termasuk kepada Presiden Jokowi.
         “Jika dilihat  tentang pandangan bapak SBY, sungguh jauh dari kesan menggurui pemerintahan. Bapak SBY  hanya memberikan pandangan bagaimana agar negara ini lebih baik”, kata Herri yang juga didampingi anggota Fraksi Demokrat DPRD Sumut Tondi Roni Tua, H.Santoso, Tangkas Manimpan Lumban Tobing, Edward Zega.
        Herri pun menyebut  tidak benar jika SBY disebut sebagai  “Presiden Mangkrak” seperti narasai Prof Yusuf Leonard Henuk.
        Di era SBY, sebut Herri yang mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan dua periode tersebut,  pembangunan infrastruktur dan pembangunan sumber daya manusia terus digalakkan sehingga pertumbuhan ekonomi di atas rezim saat ini.
       Saat pemerintahan SBY,  kemiskinan dan pengangguran juga  turun drastis, utang berkurang, cadangan devisa dan PDB meningkat drastis.
       Di Sumut  sendiri beberapa pembangunan yang telah dijalankan dan dibuat Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia  (MP3EI) 2011-2025 seperti pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu, rel kereta api, KEK Sei Mingke, jalan tol Medan-Tebing Tinggi dan Medan-Binjai serta lainnya.
        “Semuanya itu yang pembangunannya   telah dan sedang  berjalan  saat ini adalah Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia masa pemerintahan bapak SBY”,sebut Herri Zulkarnain Hutajulu.
         DR. Masdar Limbong, MPd  yang juga dosen senior menambahkan,  dalam posisi sebagai ASN dan tenaga pendidik,  Prof Yusuf Leonard Henuk harusnya memberikan narasi  yang mendidik, memberikan komunikasi yang bersifat membangun dan tidak menyebutkan seseorang apalagi seorang mantan Presiden yang sudah 10 tahun membangun Indonesia.
        “Saya melihat dan menilai narasi yang bersangkutan (Prof Yusuf Leonard-red)  tentang bapak SBY  sangat tidak mendidik”, ujar Masdar Limbong  , Pimpinan  Sekolah Tinggi Al-Hikmah Medan tersebut.**