Edison Manurung: Pendirian Universitas Negeri di Tapanuli Solusi Pemecahan Kemiskinan

Sabtu, 8 Februari 2020 | 19:31 WIB

Taput (medanposonline.com)

Edison Manurung, SH, MM seorang tokoh Batak yang tinggal di Jakarta menilai bahwa pendirian Universitas Negeri di kawasan Tapanuli akan menjadi alternatif dan solusi pemecahan peta kemisikinan.

Kabupaten Tapanuli Utara sebagai kabupaten induk dari Kabupaten Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Samosir termasuk Dairi sangat tepat jika menjadi motor gerakan perubahan menuju kemajuan kawasan. Salah satunya, dengan mengusung cita-cita untuk mendirikan Universitas Negeri (UN) di Tapanuli Raya.

Edison memandang, pendirian Universitas Negeri yang diberi nama UNTARA yang diusung bupati Taput, bukan lagi cita-cita pribadinya semata, tetapi sudah menjadi bahagian ekspektasi besar masyarakat Taput, termasuk masyarakat yang tinggal di kawasan Tapanuli.

“Jadi, ibarat gayung bersambut, kita pun di perantauan melihat ini sebuah terobosan besar dari Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan,” ungkapnya di Tarutung, Jumat (7/2/2020).

“Saya sebut saja, paling tidak beliau (bupati Taput) ingin mengikuti jejak sukses Rasul Batak DR. IL. Nomensen; membebaskan masyarakat di wilayah Tapanuli dari keterbelakangan (pendidikan),” imbuhnya.

Tetapi menurutnya, gerakan pendirian UN di Tapanuli  yang diusung Nikson Nababan, memang sudah di dimensi lain, bukan lagi membebaskan dari keterbelakangan. Melainkan sedang menuju satu titik orbit, yakni lewat pendirian pendidikan tinggi akan berimplementasi memajukan kawasan dan membebaskan dari kemiskinan.

Ketua Umum Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT), sebuah lembaga yang dibesut tokoh-tokoh Batak dan bertujuan mendorong pembangunan Danau Toba secara komprehensif, itu juga menterjemahkan bahwa pendirian Universitas Negeri di kawasan Tapanuli Raya menjadi solusi besar mendorong pembangunan dengan multiplier efect yang ditimbulkan, terutama dalam rangsangan pertumbuhan ekonomi.

“Jangankan saya, perhatikan saja tadi, satu jam lebih bupati telah menjelaskan secara rinci kepada Ketua MPR-RI bapak Bambang Soesatyo tentang cita-citanya itu (pendirian Untara), saat berkeliling Danau Toba,” tuturnya mengacu pada kegiatan Bupati Taput dan Ketua MPR RI yang juga dihadirinya sebelum ia member keterangan.

“Tokoh sekelas Bamsoet pun terharu dan memahami terhadap paparan bupati yang terukur dengan sejumlah alasan dan indikator kemajuan, jika sekiranya UNTARA berdiri,” tambah Edison.

Sebelumnya, Ketua MPR-RI Bambang Soesatyo juga ikut membubuhkan tanda tangan terhadap usulan masyarakat untuk mendirikan Universitas Negeri di Tapanuli Raya di Gedung Sopo Partungkoan,Tarutung. Itu, dilakukan Bamsoet di hadapan tokoh masyarakat/adat, kepala desa dan ribuan masyarakat yang memadati gedung.

Edison Manurung, salah seorang putra terbaik Tobasa ini juga mengemukakan jangan sampai sebutan peta kemiskinan itu terulang kembali. “Kita tidak mau lagi disebut ‘peta kemiskinan’ akibat hanya berkutat pada kepentingan sektoral saja, atau kepentingan segelintir orang. Dan Universitas ini adalah salah satu solusi supaya kita benar-benar sudah keluar dari kemiskinan,” ujarnya.

Dikatakan, saat ada gerakan pembangunan yang dilakukan bupati bersama rakyatnya seperti ini mestinya kita harus mendukung. Menurutnya, ia juga melihat anak rantau sebahagian besar setuju dengan cita-cita ini.

Mantan salah satu Ketua DPP KNPI ini pun berharap, pihak terkait Kementerian Agama, Menristek Dikti bahkan Kementerian Keuangan akan dapat duduk satu meja. Terutama keterkaitanya dengan status IAKN Tarutung untuk digeser menjadi Universitas Negeri. (TU.01)