DPR RI Besok Akan Mengirim Draf Final UU Cipta Kerja pada Presiden Joko Widodo

Selasa, 13 Oktober 2020 | 20:07 WIB
Jakarta, MPOL: DPR Ri akan mengirim Draf Final UU Cipta Kerja pada presiden Joko Widodo akan mengirimkan draf final UU Ciptaker besok sebanyak 812 halaman, demikian Wakil Ketua DPR Ri Azis Syamsuddin, didampingi pimpinan Baleg DPR RI, dalam keterangan Pers, Selasa (13/10) di DPR RI Jakarta.
Menurutnya pasca disahkannya Rancangan Undang-Undang tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker) menjadi Undang-Undang (UU) oleh DPR RI, hingga saat ini masih menuai polemik di masyarakat. Ditambah lagi, draf UU Ciptaker yang berubah-ubah dan bahkan ada empat draf yang berbeda.

Menanggapi hal ini, dijelaskan  jumlah halaman draf UU Ciptaker yang berubah-ubah itu disebabkan proses penyuntingan, pengetikan dan pemilihan jenis kertas. “Perlu kami sampaikan jumlah halaman itu adalah mekanisme pengetikan dan editing tentang kualitas dan besarnya kertas daripada yang diketik.”

Ketika draf UU Ciptaker masuk dalam proses pengetikan, maka akan menggunakan ukuran kertas legal sesuai dengan syarat dalam aturan perundang-undangan. Sehingga besar tipisnya yang berkembang ada yang tiba-tiba 1.000 sekian, 900 sekian.

“Kalau UU Cipta Kerja hanya sebatas 488 halaman, ditambah penjelasan menjadi 812 halaman, Jadi secara resmi kami lembaga DPR berdasarkan laporan dari Sekjen jumlah halaman sebanyak 812 halaman.” Berdasarkan mekanisme tata tertib DPR RI, khususnya di dalam pasal 164, DPR RI memiliki jangka waktu 7 hari kerja selepas rapat paripurna untuk menyerahkan draft UU kepada presiden. Hari kerja yang dimaksud adalah hari Senin sampai dengan hari Jumat.

“Sehingga, tenggang waktu untuk penyampaian, UU Cipta Kerja ini akan jatuh pada 14 Oktober 2020 tepatnya besok pukul 00.00 WIB pada saat besok. Sehingga nanti pada saat resmi besok, UU Cipta Kerja ini dikirim ke presiden dalam hal sebagai kepala pemerintahan, maka secara resmi UU ini menjadi milik publik secara mekanisme,” tutur Azis Syamsuddin