5 PSK & 2 Laki-laki ‘HB’ Terjaring Operasi Pekat di Tanjung Balai

Sabtu, 1 Februari 2020 | 23:09 WIB

Medanposonline.com – Lima perempuan diduka pekerja seks komersial (PSK) dan dua pria diduga ‘hidung belang’ (‘HB’) terjaring razia Operasi Pekat (penyakit masyarakat), yang dilancarkan Tim Gabungan Satpol PP Kota Tanjung Balai, TNI/Polri dan Dinas Sosial Kota Tanjung Balai, Kamis (30/1) malam hingga Jumat (31/1) dini hari.

Razia dilaksanakan di berbagai lokasi warung remang-remang, cafe dan hotel. “Berhasil mengamankan dua laki-laki dan lima perempuan,” kata Kepala Satpol PP Tanjung Balai Muhammad Tahir yang memimpin operasi tersebut.

Dikatakan, terhadap mereka yang terjaring diberikan ceramah dan arahan agar mereka dapat merobah diri sehingga ke depannya tidak mengulangi perbuatan itu lagi.

“Selanjutnya mereka kita data dan kita suruh membuat surat pernyataan bermaterai, bahwa tidak akan mengulangi perbuatan berada di warung remang-remang, maupun menginap di hotel. Mereka diperbolehkan pulang setelah dijemput pihak keluarga,” ujar Tahir.

Keterangan dihimpun Medan Pos di lapangan, lima wanita diduga PSK dan satu pria hidung belang terjaring di salah satu cafe di Jalan Jati, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar. Sedangkan sepasang kekasih anak di bawah umur terjaring saat berduaan di salah satu kamar Hotel Bengawan, Jalan Veteran, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.

Ustadz Yusuf Jailani LC, dalam arahan dan ceramah singkatnya kepada mereka yang terjaring, menyampaikan agar dapat merobah sifat supaya baik dan menuntaskan segala maksiat di Kota Tanjung Balai.

“Carilah pekerjaan yang halal, walaupun sedikit tapi berkah. Kalau banyak orang berbuat maksiat di Kota Tanjung Balai, Allah SWT akan menurunkan bala bagi semuanya tanpa terkecuali, seperti bala yang diturunkan kepada ummat nabi Luth,” ungkapnya.

Ustadz Yusuf mengatakan, yang (bisa) merobah sifat itu kita sendiri, bukan orang lain. “Oleh karena itu ke depan jangan sampai hal ini terjadi kembali,” cetusnya. (tb-02)