Misteri Kedahsyatan Siksa Neraka

Selasa, 29 September 2020 | 15:29 WIB

MPOL : Disebutkan dalam suatu hadist, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Andaikan seorang penduduk neraka jahannam dikeluarkan dari padanya, kemudian dilihat oleh manusia penduduk dunia, niscaya matilah semua penduduk dunia ketika melihatnya. Karena murka Allah pada penduduk neraka itu.

Bermacam-macam binatang berbisa yang sangat ganas menggerogoti dan menyayat-nyayat tubuh penghuni nereka tanpa mengenal ampun. Air panas, darah, nanah, yang mendidih menjadi minuman utamanya, hingga seluruh isi perutnya terbakar beserta ususnya terburai keluar.

Berbagai macam bentuk siksaan yang pedih, semua ada di dalam neraka. Namun demikian para penghuni neraka tidak mati dan tidak pula merasakan bisa istirahat dari siksaan yang sangat menyayat itu walau sekejap saja.

Mengenai luas dan dalamnya neraka, tidak disebutkan secara pasti di dalam nash Al-Qur’an maupun hadist. Yang pasti neraka itu pasi adanya, sebagai tempat memenjarakan, membalas dan menyiksa manusia dan jin yang menetang dan menjadi musuh-musuh Allah dan rasul-rasulnya.

Dan yang pasti neraka itu menampung dan cukup untuk menghimpun berapa pun banyaknya para penghuni yang akan mendekam di dalamnya. Sebagaimana firman Allah, “Dan ingatlah akan hari (yang pada hari itu) kami bertanya kepada jahanam. Apakah kamu sudah penuh? Dia menjawab; masih adakah tambahan”? (QS. Qaaf : 30).

Kedahsyatan Bunga Api Neraka

Sebagai tempat penyiksaan, neraka merupakan lautan api yang menyala-nyala, bergejolak dan berkobar-kobar, dengan derajat kepanasan yang amat dahsyat. Untuk mendapatkan gambaran mengenai gejolak nyala api neraka dan kedahsyatan panasnya, sebagaimana firman Allah SWT: “Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagian mereka api yang menyala-nyala (neraka), mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, mereka tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak (pula) seorang penolong.” (QS. Al-Ahzab : 64-65).

Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Api yang kalian nyalakan di dunia ini adalah hanya satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya api neraka jahannam. Para sahabat bertanya; ‘Demi Allah, yang ini saja (nyala api di dunia) sudah cukup (untuk menghanguskannya) ya Rasulullah?’ Beliau SAW bersabda; ‘Sesungguhnya panasnya itu masih lebih enam puluh sembilan lagi, masing-masing dari semua bagian (dari enam puluh sembilan itu) memiliki tingkat kepanasan yang sama (seperti panasnya api di dunia yang hanya satu bagian saja).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Disebutkan di dalam riwayat lain, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Andaikan orang yang ada di dalam neraka jahanam atau penghuni neraka itu, dikeluarkan tangannya kepada penduduk dunia, niscaya terbakarlah dunia karena sangat panasnya api neraka itu.”

Lautan api neraka itu terus bergejolak menyambar-nyambar dengan dahsyatnya. Kobaran api itu tidak pernah surut, apalagi padam, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Isra’ : 97: “Tiap-tiap kali nyala api jahannam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.”

Bahan Bakar Api Neraka

Al-Qur’an dengan tegas menjelaskan apa yang menjadi bahan bakar api neraka yang terus berkobar dan menyala dengan dahsyat itu. Seperti dijelaskan dalam ayat berikut ini: “Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disedikan bagi orang-orang kafir.” (Qs. Al-Baqarah : 24).

Yang dimaksud bahan dengan bahan bakar ialah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalakan api atau mengobarkannya, demikian menurut pendapat Imam Jauhari. Menurut ahli tafsir, manusia yang dijadikan sebagai bahan bakar api neraka itu adalah orang-orang kafir dan musryrik.

Adapun mengenai jenis batu yang dijadikan sebagai bahan bahar neraka itu, pada hakikatnya hanyalah Allah SWT yang tahu. Selain itu, Allah juga menjelaskan di dalam ayat yang lain bahwa bahan bakar neraka itu juga berupa orang-orang yang menyembah berhala dan berhala sembahannya itu.

“Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya. Andaikata berhala-hala itu Tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya.” (Qs. Al-Anbiya : 98-99).

Keganasan Binatang dan Pohon Neraka

Disebutkan dalam kitab Tanbihul Ghafilin, Abdullah bin Jabir meriwayatkan dari Rasulullah SAW, bahwa Beliau bersabda; “Sesungguhnya di dalam neraka terdapat ular-ular, seperti leher unta, dan di dalam neraka juga terdapat kalajengking seperti keledai..”

Imam Mujahid berkata, bahwa ular-ular di dalam neraka jahannam itu leher-lehernya seperti unta, dan kalajengking seperti keledai. Sekali sengat, seluruh tubuh penghuni neraka mulai ujung rambut sampai ujung kaki, menjadi rontok dan sakitnya belum hilang selama empat puluh kali musim gugur.

Diterangkan dalam suatu riwayat bahwa di dalam neraka terdapat tujuh puluh ribu jurang, pada setiap jurang terdapat tujuh puluh ribu titik nyala api yang bergejolak, setiap titik api terdapat tujuh puluh ribu kampung. Setiap kampung terdiri tujuh puluh ribu rumah dari api, pada tiap-tiap rumah terdapat tujuh puluh ribu ular dan kalajengking yang ganas lagi berbisa. Setiap kalajengking mempunyai tujuh puluh ribu ekor untuk menyengat dan menggigit.

Adapun mengenai pohon-pohon yang ada di dalam neraka, sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an, ada satu pohon yang bernama pohon Zaqqum yang tumbuh keluar dari dasar neraka jahim yang menyala-nyala.

Mayangnya seperti kepala syetan dan buahnya menjadi makanan bagi penduduk neraka, sebagai firman Allah SWT; “Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan.” (Qs. Al-Waqiah : 51-56).

Aneka Macam Siksaan Penghuni Neraka

Sebagai tempat untuk mengurung, memenjara, dan menyiksa para musuh dan penentang Allah dan Rasul-Nya, nereka dipenuhi dengan segala macam siksaan yang sangat pedih. Siksaan itu menghancur-luluhkan seluruh tubuh mereka, namun setiap kali mereka hancur, maka diganti lagi dengan kulit yang lain, agar mereka benar-benar merasakan siksa yang amat pedih.

Allah SWT berfirman; “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab.” (Qs. Annisa : 56).

Para penghuni neraka itu terbelenggu dan terpancang pada pohon Zaqqum di dalam neraka, apa neraka masuk dari duburnya terus menyala-nyala keluar dari mulutnya, kedua telinganya dan dari kedua matanya. Mereka bergandengan dengan syetan dalam satu rantai dan belenggu digantungkan dengan lisannya sehingga otaknya mendidih, meleleh dan mengalir dari kedua hidungnya.

Tidak ada sedikitpun dari tubuh penghuni neraka itu yang tersiksa dan tidak terbakar oleh api neraka, baik tubuh bagian luar maupun bagian dalam. Semuanya dilumat dan dimakan oleh api neraka baik yang berupa kulit, daging, tulang belulang, otak, jantung, hati dan semua isi perut mereka, akan menjadi santapan api yang menyala-nyala itu. Naudzubilahi mindzalik!