Mohon Perhatian Plt Walikota Medan

Belum Selesai Covid 19, Sampah Juga Menakutkan Warga Helvetia

Selasa, 5 Mei 2020 | 21:46 WIB

Medan, MPOL.Com : Wabah virus corona (Covid) 19 yang sudah memasuki tingkat mengkhawatirkan atau pandemi, sungguh kini menjadi persoalan menakutkan bagi warga, pasalnya, nyawa menjadi taruhannya.

Tapi, di Kelurahan Helvetia Tengah khususnya di kawasan kompleks Taman Dahlia Indah Helvetia, warga bukan saja ketakutan karena wabah corona, lebih dari itu, warga juga cemas atas wabah yang akan menyebar dari tumpukan sampah yang berserakan di kawasan itu.

Afif Siregar (50), warga Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia, kepada medanposonline.com, mengatakan semenjak merebaknya virus corona, truk pengangkut sampah kayaknya takut mengangkut sampah, sehingga hari demi hari sampah menjadi gunung menakutkan bagi warga. Banyak sampah-sampah warga diletak di depan rumah telah menggunung karena sudah seminggu tidak juga diangkat truk sampah.

“Kalau tidak diangkat dalam beberapa hari ini, sampah yang mengeluarkan bau busuk itu pasti akan mendatangkan bibit penyakit yang menakutkan kepada warga. Hal ini tidak boleh disepelekan, kalau tidak, warga juga akan menderita berbagai penyakit di kawasan ini, bahkan mungkin menyebar ke kawasan lain,” ujar Afif.

Sama halnya dengan Harleni, yang juga masih warga Helvetia. Ibu rumah tangga ini menyayangkan lambannya Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan menangani persoalan sampah. “Saya tidak tahu pak, apakah karena warga disuruh lockdown, tukang sampah juga ikut ikutan lockdown atau stay at home (tinggal di rumah saja).

Sebab itu, Afif dan Harleni sama-sama mengharapkan Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution, yang terlihat gencar gencarnya memerangi Covid 19 ini, hendaknya juga menegur sang kadis yang teledor.

“Kalau keinginan Pak Akhyar, Kota Medan bebas dari Covid 19 cukup kuat, tentunya harus didukung jajarannya. Jangan sampai Pak Akhyar turun ke pasar, tapi sampah sampah di rumah masyarakat lupa diangkut. Bukankah sampah justeru menjadi wadah berkembangnya virus mematikan juga?” tegas Afif lagi.

Demikian juga Harleni, menurutnya, kalau Akhyar tidak menegur aparatnya, alamat kota Medan bakal jadi kota terjorok di Sumut. “Kita malu pak, kota metropolitan dipenuhi sampah, petugasnya gak jalan,” ketus Harleni.