Tim Gugus Tugas Covid-19 Batu Bara Lakukan Penyemprotan Disinfektan se-Kabupaten dan Rapid Test

Jumat, 22 Mei 2020 | 12:47 WIB

Batu Bara, MPOL: Bupati Ir. H. Zahir, MAP yang juga sebagai Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Batu Bara, didampingi Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis dan Dandim 0208/ Asahan – Batu Bara secara resmi melepaskan tim pencegahan virus Corona (Covid-19) di 12 Kecamatan se Kabupaten Batu Bara, Jumat (22/5/2020) di halaman Polres Batu Bara

“Hari ini kita melakukan penyemprotan disinfektan se-Kabupaten Batu Bara dalam pencegahan Covid-19, untuk itu saya berharap kepada masyarakat kiranya membantu Pemerintah dalam pencegahan Covid-19 ini,” ucapnya pada acara pemberangkatan tim tersebut.

Untuk pencegahan virus Corona ini, menurut Bupati mulut kita harus usil. Sebab sebagian masyarakat merasa bahwa Covid-19 ini tidak kelihatan sehingga mereka tidak takut. Oleh sebab itu fenomena ini lah yang sangat penting harus segera dituntaskan, bagaimana masyarakat faham bahwa semua yang dilakukan oleh Pemerintah, TNI dan Polri untuk kebaikan bersama segenap masyarakat.

“Oleh sebab itu Pemerintah akan menghimbau (agar masyarakat mengikuti ketentuan Pemerintah dalam mencegah Pandemi Covid-19 ini). Pilih yang mana, tinggal di rumah, tinggal di Rumah Sakit atau tinggal kenangan. Maka dari itu tentukan pilihanmu selagi kamu bisa memilih. Di rumah saja pilihan yang tepat, di rumah saja lebih aman, lebih sehat dan lebih bahagia,” tutur Bupati Zahir dengan gaya khasnya.

Suasana kegiatan Rapid Test di Kabupaten Batu Bara. (ist)

RAPID TEST

Sementara itu yang dilakukan Pemerintah/GTPP Covid-19 Batu Bara tidak hanya penyemprotan, tetapi juga Rapid Test di 13 Pajak (Pasar Tradisional) yakni mulai dari Pajak Tanjung Tiram, Lima Puluh, Pajak Delima Indrapura, Kebon Kopi, Pajak Desa Sipare-pare, Pajak Sore Lalang, Pajak Ikan Kuba Padang, Pekan Jum’ at Desa Aras, Pekan Minggu Sei Bejangkar, Pekan Jum’at Desa Bulan-bulan, Pajak Pekan Ujung Kubu, Pajak Pagurawan dan Pajak Simpang Dolok.

“Pemeriksaan dengan Rapid Test ini kita lakukan guna untuk mengetahui skrining kasus, oleh sebab itu akan kita lakukan mulai dari pedagang Pasar, pengunjung Pasar, tukang ojek, pemilik dan pelayan toko, serta orang orang yang dianggap memiliki resiko tinggi lainnya,” ungkap Bupati.

Ia juga menyampaikan di setiap lokasi disediakan 60 pcs Rapid Test. Khusus untuk Tanjung Tiram, Lima Puluh dan Indrapura (karena potensi peserta test lebih besar) masing-masing 100 pcs.

Dalam kesempatan ini Kadis Kesehatan Batu Bara drg Wahid Khusyairi mengatakan ada 10 orang reaktif test. “Dan hari ini kita lakukan lagi rapid test kepada masyarakat khusunya bagi penjual, pekerja minimarket. Ini akan kita sampling yang kita anggap rawan daerahnya,” ujarnya.

Menurutnya, dari 10 orang yang reatif tersebut sudah dilakukan pengecekan Swab test. “Dan ini sudah kami kirim dan tinggal menunggu hasilnya,” imbuhnya. **