BKKBN Sumut Gelar Pelayanan KB Serentak di 33 Kabupaten/Kota

Temazaro Zega Harapkan Kesatuan Gerak PKK-Bangga Kencana- Kesehatan Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk

Senin, 26 Oktober 2020 | 18:29 WIB

Medan, MPOL : Walaupun saat ini masih pandemi Covid-19. Namun, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) terus berupaya menekan laju pertumbuhan penduduk melalui program Pembangunan Keluarga dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Bahkan, BKKBN Provsu optimis target pencapaian peserta KB baru akan berhasil digarap hingga akhir Desember 2020. Demikian Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sumut, Drs. Temazaro Zega, M.Kes, Senin (27/10) di ruang kerjanya.

Untuk mencapai target itu, maka saat ini, kata Temazaro Zega, dilaksanakan ‘Pelayanan KB Serentak Dalam Rangka Momentum Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan Tahun 2020’. “Dari Januari hingga September tahun ini, pencapaian peserta KB baru sebesar 61,19 persen. Targetnya 100 persen atau sebanyak 308.378 akseptor. Maka untuk mencapai sisanya sekitar 39,01 persen harus dicapai pada akhir Desember nanti. Tapi, saya yakin target itu tercapai dalam 3 bulan ini,” kata Temazaro Zega.

Dijelaskannya, sebelumnya, Perwakilan BKKBN Provsu bekerjasama dengan TNI melalui Bhakti Sosial (Baksos) TNI-KB-Kesehatan dan Bulan Bhakti IBI- KB-Kesehatan. Sekarang strateginya melalui kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan yang sudah dilaksanakan secara serentak di seluruh Kabupaten/Kota di Sumut untuk mencapai sisa yang 39,01 persen tersebut.

“Indikator indikator program kita seperti modem contrasepsi prevalensi rate (MCPR) sudah 70,59 persen. Walaupun pandemi Covid-19 tapi angka drop out atau ketidakberlangsungan penggunaan alat kontrasepsi di Sumut hingga September cukup rendah yaitu 3,22 persen. Sedang peserta KB Aktif MKJP sudah 94,18 persen sampai September. Kita harapkan ini bisa dicapai sampai Desember. Juga kita upayakan mencapai target target lainnya,” terang Temazaro.

Dari sisa target yang 39,01 persen itu, lanjutnya, program KB yang prioritas adalah Implan, IUD, MOP dan MOW yang masih menunggu karena situasi pandemi Covid-19.

“Kita harapkan pelayanan KB disituasi Covid-19 ini, pada kabupaten/kota bisa menurunkan angka kelahiran, menunda kehamilan dan betul betul terencana. Juga mencegah stunting. Jadi, tidak hanya mewujudkan penduduk tumbuh seimbang namun juga mencegah stunting,” ujar temazaro. **