Sekolah di Asahan Direncanakan Mulai Belajar Tatap Muka Juli, Vaksinasi Massal Terus Dilakukan

Senin, 7 Juni 2021 | 17:04 WIB
Kisaran, MPOL: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan bersama Forkopimda tinjau pelaksanaan Vaksinasi massal di beberapa Puskemas, yakni Puskesmas Mutiara, Gambir Baru dan Sidodadi, Senin (7/6/2021).
Peninjauan itu dilakukan Wakil Bupati Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos., M.Si, bersama unsur Forkopimda diantaranya Kapolres Asahan (mewakili), Dandim 0208/AS (diwakili), Kajari Asahan, Ketua PN (mewakili), Danlanal TB/AS, Danyonif 126/KC, serta Kepala Dinas Kesehatan dr. Elfina br.Tarigan, MKT. Peninjauan tersebut guna memastikan kegiatan vaksinasi massal Covid-19 berlangsung dengan baik.
Wakil Bupati Taufik Zainal Abidin Siregar, yang mewakili Bupati Asahan, menegaskan bahwa vaksinasi massal ini tetap harus mengedepankan disiplin protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. “Dalam rangka peningkatan cakupan dan pemerataan vaksinasi pemerintah telah melaksanakan vaksinasi covid-19 dengan sasaran antara lain TNI/Polri, Nakes, pelayanan publik dan lansia. Saat ini ada sebanyak 14.161 orang yang sudah divaksin dosis I, dan 6.970 orang  sudah divaksin dosis II,” tegas Taufik.
Taufik mengatakan kegiatan vaksinasi massal ini sejalan dengan surat keputusan bersama 4 Menteri yang rencananya sistem pembelajaran secara tatap muka akan diadakan mulai bulan Juli ini, termasuk salah satunya di Kabupaten Asahan.
“Insya Allah, sistem pembelajaran secara tatap muka di Asahan akan dilaksanakan Juli ini. Hal ini dikarenakan Kabupaten Asahan sudah termasuk wilayah zona kuning dalam kasus Covid-19. Oleh sebab itu, melalui Vaksinasi massal ini diharapkan mampu sebagai salah satu hal untuk mendukung proses belajar secara terbuka, sehingga para tenaga pendidik yang ikut dalam vaksinasi massal dapat menunjang dimulainya proses pembelajaran tatap muka berjalan dengan lancar dan aman,” tegas Taufik.
Dalam acara vaksinasi massal tersebut, Taufik menegaskan kepada seluruh masyarakat yang sudah divaksin, kedepannya jangan lalai menjalankan protokol kesehatan, karena bagaimana pun walau sudah divaksin, seluruh masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan.
Pada kesempatan itu Kapolres Asahan yang diwakili oleh Waka Polres Kompol Sri Juliani Siregar, S.H memberikan sambutan bahwa vaksinasi massal ini merupakan suatu upaya yang bertujuan untuk membentuk kekebalan tubuh dan kelompok/Herd Immunity, menurunkan kesakitan dan kematian terhadap Covid-19, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh. “TNI dan Polri sebagai garda terdepan tentunya selalu siap dan saling bersinergi dalam mendukung pelaksanaan vaksin di Asahan ini,” tegas Sri.
Sasaran vaksinasi massal di Asahan terdiri dari 8 Puskesmas yaitu Puskemas Mutiara sebanyak 35 orang lansia), guru TK 35, Guru Paud 10 dan Guru SD 20. Untuk Puskesmas Gambir Baru Lansia 20 orang, Guru paud 25 orang, Guru TK 25 dan Guru SD 30 orang. Puskesmas Sidodadi Lansia 50, Guru paud 30, Guru TK 50 dan Guru SD 170. Puskesmas Air Teluk Kiri Lansia 3 dan Guru 63 orang.
Sementara di Puskesmas Gonting Malaha Lansia 20 orang, Guru paud 10, Guru TK 10 dan Guru SD 60. Puskesmas Setia janji
Lansia 30 orang, Guru paud dan TK 30 orang, Guru SD 40 orang. Puskesmas Pulo Bandring Lansia 30, Guru paud dan TK 30, Guru SD 40. Puskesmas Hessa Air Genting Lansia 30, Guru paud dan TK  30 dan Guru SD 401. **