Satgas Sampaikan Informasi Penanganan Covid-19 di Taput

Minggu, 18 Oktober 2020 | 13:16 WIB

 

Medan,MPOL: Juru Bicara (Jubir) SatuanTugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Tapanuli Utara (Taput) Indra Simaremare menyampaikan beberapa hal terkait penanganan Covid-19 di Taput.

Dalam siaran persnya yang diterima medanposonline, Minggu (18/10/2020), Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Taput, Indra Simaremare menyebutkan, berdasarkan pedoman Covid yang terbaru dari Kementerian Kesehatan, bahwa untuk pasien suspek wajib dilakukan pemeriksaan sample swab sebanyak 2 x dalam waktu 1 x 24 jam setelah swab PCR pertama. Dan bila hasil swab PCR pertama negatif dilanjutkan dengan pemeriksaan Swab PCR yang kedua dengan tujuan menyingkirkan kesalahan pra analitik pada pemeriksaan pertama.

Dan hal ini, Sebut Indra, pasti disampaikan dokter penanggung jawab Laboratorium yang dihunjuk Pemerintah agar dilakukan pemeriksaan swab PCR kedua setelah 24 jam sejak pengambilan sample swab pertama bagi yang melakukan test

Bahwasannya hasil pemeriksaan swab yang dikeluarkan oleh Laboratorium RSU Tarutung dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan dapat dikonfirmasikan ke Laboratorium RSU Tarutung, bukan menyebarkan di media sosial

Terkait kekosongon cartridge di RSU Tarutung,Indra Simaremare yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Taput itu menyebutkan ,  benar kosong adanya. Soal cartridge yang digunakan terakhir adalah merupakan Buffer Stock untuk kasus kasus emergency di RSU Tarutung.

Ditambahkan, sesuai UU RI No. 06 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dalam Pasal 93 menyatakan bahwa setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah)

Demikian juga sesuai Undang-undang nomor 04 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dalam Pasal 14 menyebutkan, barang siapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 1 (satu) tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).

Indra Simaremare menegaskan, bahwa keinginan kita bersama adalah masyarakat Taput sehat dan melakukan upaya upaya agar virus ini tidak menyebar. Diharapkan kerjasama dan kesadaran seluruh masyarakat, demi kesehatan dan keselamatan kita bersama.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Taput pun tetap menganjurkan agar masyarakat terapkan Protokol Kesehatan. Selalu gunakan masker ketika keluar rumah, menjaga jarak dan mencuci tangan dan tidak perlu panik serta menjaga imunitas tubuh.**