Samosir Zona Merah, GTPP Covid-19 Perketat Pemeriksaan

Selasa, 13 Oktober 2020 | 22:06 WIB
Samosir, MPOL : Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Samosir akan memperketat pintu-pintu masuk ke Samosir baik jalur darat maupun danau sebagai akibat perubahan status dari zona hijau ke merah. Kebijakan ini diambil untuk mengendalikan angka kasus infeksi yang meningkat cukup signifikan beberapa hari belakangan ini.
Selain itu, GTPP juga telah memutuskan menutup sekolah untuk pembelajaran tatap muka dan sebagai gantinya pembelajaran daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan) dalam bentuk visitasi ke tempat tinggal para peserta didik. Pada bidang keagamaan, sosial, pariwisata, dan layanan-layanan publik lainnya masih dalam kajian untuk dirilis beberapa hari ke depan.
Untuk kegiatan di Onan Pangururan, masyarakat diimbau untuk tidak berlama-lama melakukan kegiatan di tempat tersebut dan sedapat-dapatnya segera pulang setelah berbelanja. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk melakukan 3M: memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer sesering mungkin, dan menjaga jarak interaksi (1 s.d. 2 meter).
Hal ini dimaksudkan untuk menghindari droplet yang mungkin terjadi ketika berinteraksi satu sama lain karena dilindungi masker dan pembersihan tangan dari virus yang mungkin lengket tanpa disadari.
Bagi orang-orang terkonfirmasi positif juga diimbau untuk benar-benar melakukan isolasi mandiri secara total sesuai waktu yang ditetapkan dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Karena berpotensi sebagai carrier untuk menginfeksi orang-orang sehat lain di sekitarnya.
Sedang bagi pelaku perjalanan ke Samosir, sedang dikaji untuk menerapkan surat keterangan rapid test dari daerah asal untuk memastikan carrier tidak masuk ke Samosir. Petugas jaga di pintu-pintu masuk ke Samosir baik jalur darat maupun danau akan diaktifkan kembali setelah penerapan normal baru beberapa bulan lalu.
Masih sebagai bahan kajian, masyarakat yang telah merencanakan mengadakan pesta hingga Desember 2020 juga diimbau untuk menjadwalkan ulang pelaksanaannya. Hal ini didasarkan pada upaya pencegahan dan pengendalian yang dilakukan oleh GTPP Covid-19 Samosir mengingat lonjakan kasus yang terjadi beberapa hari lalu.
Berikut orang terkonfirmasi Corona di Samosir:
1. CS, (17/09/2020), Lk., 24 Tahun, Dusun Titi Kuning, Kecamatan Pagar Marbau, Deli Serdang (Catatan: masih menunggu informasi dari Dinas Kesehatan Samosir untuk verifikasi dan validasi).
2. AA, (5/10/2020), Pr., 32 tahun, Desa Parbalohan, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri, (8 hari berjalan).
3. OS, (6/10/2020), Pr., 26 tahun, Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri, (7 hari berjalan).
4. JS, (9/10/2020), Lk., 33 tahun, Desa Aek Sipitudai, Kecamatan Sianjurmulamula, Isolasi Mandiri, (4 hari berjalan).
5. IKS, (9/10/2020), Pr., 36 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (4 hari berjalan).
6. MEL, (9/10/2020), Lk., 53 tahun, Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (4 hari berjalan).
7. BT, (9/10/2020), Pr., 36 tahun, Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (4 hari berjalan).
8. MPVP, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Desa Simarmata, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri, (4 hari berjalan).
9. HRS, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (4 hari berjalan).
10. DS, (9/10/2020), Pr., 47 tahun, Kelurahan Pasar, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (4 hari berjalan).
11. HM, (9/10/2020), Lk., 39 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (4 hari berjalan).
12. MS, (9/10/2020), Pr., 41 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (4 hari berjalan).
13. ES, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (4 hari berjalan).
14. E SGL, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (4 hari berjalan).
15. MP, (9/10/2020), Pr., 64 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (4 hari berjalan).
Kadis Kominfo Rohani Bakkara, yang dihubungi wartawan, Selasa (13/10) melalui telepon seluler menjelaskan, sesuai hasil rapat dengan Bupati, langkah-langkah utama adalah mengaktifkan kembali pemeriksaan dipintu gerbang masuk ke Samosir, diantaranya pintu masuk Tele, Pelabuhan Simanindo dan Pelabuhan Tomok. Bagi masyarakat yang datang ke Samosir baik pedagang agar membawa surat kesehatan rapid test demi menjaga kesehatan kita bersama.
Tadi mendampingi Bupati video conference bersama Gubsu, dimana 10 Provinsi di Indonesia untuk penanganan covid-19 diprioritaskan. Karena kita merupakan KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional), sebut Rohani Bakkara. **