Prokes 3 M di Event Olahraga Penting Tekan Laju Covid-19

Jumat, 23 Oktober 2020 | 12:12 WIB
Medan, MPOL : Pelaksanaan event olahraga di Sumatera Utara ditengah massa pandemi Covid-19 harus mengutamakan protokol kesehatan yang ketat.
      Mulai dari pintu masuk kegiatan yang menerapkan 3 M (Mencuci Tangan,  Memakai Masker dan Menjaga Jarak) harus dijadikan pedoman utama yang wajib dipatahui setiap peserta maupun pengunjung yang ingin menyaksikan kejuaraan,”ucap wakil ketua Koni Sumut, Drs.Muhammad Syahrir.
       Diuraikannya lagi Protokol kesehatan terkait event olahraga itu diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).
        Dalam aturan tersebut, pihak penyelenggara diminta merancang jadwal pertandingan yang memungkinkan pembatasan jumlah orang.

“Memastikan olahragawan dalam kondisi sehat sebelum bertanding, baik kondisi kesehatan secara umum maupun terkait dengan COVID-19 dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan rapid test/RT-PCR sebelum bertanding,” demikian bunyi salah satu poin dalam aturan tersebut.

Aturan tersebut juga mengatur soal kegiatan olahraga yang menghadirkan penonton. Panitia diminta mengatur soal jaga jarak. Dimana pelaksanaan event olahraga akan menghadirkan penonton, panitia harus memastikan dilaksanakannya penerapan jaga jarak yang dilakukan dengan berbagai cara seperti:

(1) Pembatasan jumlah penonton sesuai kapasitas ruangan event.
(2) Memberikan jarak minimal 1 meter antar tempat duduk penonton.
(3) Mewajibkan penonton menggunakan masker. Jika kondisi padat, tambahan penggunaan pelindung wajah (face shield) bersama masker sangat direkomendasikan sebagai perlindungan tambahan.
(4) Melakukan rekayasa administrasi dan teknis lainnya agar tidak terjadi kerumunan.
k) Tidak melibatkan kelompok rentan (anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki penyakit komorbid) pada event olahraga.

Intinya semua yang menyangkut perlindungan dan kenyamanan orang per orang yang hadir sebagai peserta, pengunjung maupun panitia harus disesuaikan dengan standard protokoler kesehatan yang telah ditentukan,”ungkap Syahrir.