Poldasu Bersama Forkopimda Rakor Lintas Sektoral Bahas Nataru dan PPKM

Selasa, 30 November 2021 | 22:53 WIB

Medan,MPOL: Kapolda Sumut Irjen Pol.Drs.RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan kesiapan TNI-Polri melakukan pengamanan pada perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 ditengah Pandemi Covid-19.

Kendati demikian, Kapoldasu menghimbau kepada warga Sumatera Utara agar mengutamakan keselamatan diri daripada bepergian dan menunda mudik karena dikwatirkan bisa meningkatnya penyebaran Covid-19.

Kita harus bersama-sama menjaga agar Covid-19 tidak lagi meningkat yang saat ini level II agar bisa turun ke level I, pasca Nataru, sehingga kegiatan dan aktivitas dapat berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, “budaya” mudik tidak dilakukan.

 

Hal itu dikatakan Kapoldasu Irjen Panca Putra Simanjuntak usai menggelar Rapat koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Provinsi Sumatera Utara di Aula Tribrata Mapoldasu, Selasa (30/11).

Hadir dalam acara itu, Wagubsu Drs.Musa Rajekshah, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut, Kepala BNN Propsu Brigjen Pol.Drs. Toga H Panjaitan, Ketua PWI Sumatera Utara H.Farianda Putra Sinik SE, Kakanwil Kemenag Provsu, Ketua Umum Badan Kerjasama Antar Gereja Sumatera Utara (BKAGSU) Pdt.Dr.Langsung Sitorus, para tokoh agama dan ulama Sumatera Utara serta para pejabat utama Poldasu.

Wagubsu Musa Rajekshah menempelkan stiker dikaca mobil pemudik, didampingi Kapolda dan Pangdam I/BB.(jos Tambunan)

Rapat Kordinasi Lintas Sektoral Provinsi Sumatera Utara dilakukan untuk membahas pelaksanaan Natal dan tahun Baru (Nataru) dan pelaksanaan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan tujuan utama Sumut terbebas dari Covid-19.

Panca mengatakan, pihak kepolisian dan TNI akan menerapkan pos penyekatan dan pos poin disejumlah titik untuk memantau arus keluar masuk warga masyarakat pada Natal dan tahun baru.

Pada pos penyekatan dan pos point itu nantinya, kata Kapolda, warga yang hendak keluar masuk akan diperiksa kesehatan, apakah sudah melakukan vaksin pertama dan kedua. Jika belum melakukan vaksin kedua, maka akan dilakukan vaksin kedua dipos point dan bila ditemukan ada warga yang reaktif akan langsung dibawa ke rumah sakit yang telah ditentukan untuk perawatan.

“Warga yang melintas di pos penyekatan dan pos point akan diperiksa terlebih dahulu, dengan menggunakan aplikasi peduli lindungi, untuk mengetahui apakah mereka sudah lengkap melakukan vaksin pertama dan kedua. Kemudian, akan dilakukan test sweb antigen,” terang Kapolda.

Polisi Lalulintas melakukan simulasi.(jostam)

Oleh karena itu, tambah Panca, agar menunda mudik. “Kita lebih baik merayakan natal dan tahun baru ditempat masing-masing. Bila rindu, sebaiknya melakukan komunikasi lewat video call (VC).

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumut musa Rajekshah/Ijeck mengatakan, pemerintah daerah akan bersingeri dengan Polri dan TNI agar warga Sumatera Utara dapat bebas dari pandemic Covid-19.

“Kita mengkwatirkan bila dilakukan mudik pada perayaan Natal dan Tahun Baru, bisa berkembangnya penyebaran Covid-19. Kita bukan melarang merayakan Natal dan Tahun Baru, tetapi sebaiknya dilakukan dirumah saja. Saling menahan dirilah, ada saatnya bertemu. Bila Suut terbebas dari Covid-19, kita bisa mekakukan aktivitas dengan bebas. Sumut harus bisa turun ke level I pasca Nataru,” ujar Ijeck.

Sementara itu, Ketua Umum BKAG Sumut, Pdt.Dr.Langsung Sitorus mengatakan, telah mensosialisasikan kepada setiap gereja di Sumatera Utara agar merayakan Natal dan tahun Baru dilakukan secara sederhana tanpa harus bepergian.

“Sayangi diri, sayangi keluarga dan sayangi teman serta masyarakat. Jangan karena kita, orang lain sakit. Bersalamanpun tidak perlu dilakukan. Cukup dengan menyentuh kepalan tangan,” katanya.

“Adanya istilah Pulang kampong (Pulkam) yang lajim dilakukan setiap Natal dan Tahun Baru, agar mengurungkan niat. Jika kita bisa menahan diri mudah-mudahan warga Sumut terbebas dari pandemic Covid-19,” terangnya.

“Hargai jerih payah aparat kepolisian dan TNI serta pemerintah daerah yang tidak mengenal lelah untuk melakukan vaksinasi kepada warga agar terhindar dari Covid-19. Kami para tokoh agama dan ulama akan setia setiap saat membantu TNI/Polri dan pemerintah agar Covid 19 tidak berkembang di Sumut,” katanya, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada TNI/Polri yang tidak kenal lelah sehingga Sumut mendapat pujian terkait mengatasi penyebaran Covid-19 hingga bisa ke level dua.

Usai pelaksanaan Rakor Lintas Sektoral Provinsi Sumatera Utara, dilakukan simulasi arus mudik kenderaan. Dimulai dari pemeriksaan di pos penyekatan hingga pos point dengan memberlakukan aplikasi pedulilindungi dan sweb test antigen yang dilakukan personil Dilantas dipandu Dirlantas Kombes Valentino Alfa Tatareda.***