Peningkatan Kompetensi Perawat Dalam Penerapan Prosedur Phototherapy Intervention Melalui Metode Pembelajaran Drill

Peran perawat diperlukan untuk mencegah efek samping yang tidak diinginkan selama phototherapy intervention dilaksanakan, yaitu dengan memastikan ketepatan menjalankan prosedur pelaksanaan phototherapy intervention yang berisi urutan proses melakukan tindakan keperawatan dari awal sampai akhir.

Tenaga kesehatan dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan   agar mampu memberikan asuhan keperawatan yang tepat pada saat phototherapy intervention dilaksanakan. Tenaga kesehatan dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan agar mampu memberikan asuhan keperawatan yang tepat pada saat phototherapy intervention dilaksanakan. Hasil penelitian membuktikan bahwa pembelajaran dengan metode Drill dapat meningkatkan kompetensi dalam pelaksanaan prosedur phototherapy intervention. Metode drill merupakan suatu cara mengajar dengan latihan berulang-ulang terhadap apa yang   telah   dipelajari sehingga seseorang memiliki keterampilan tertentu (Islamia, 2019). Manfaat metode Drill adalah menguatkan daya ingat, karena berfokus pada materi   yang   dilatihkan membuat perawat   menjadi   lebih   teliti. Selain   itu,pembimbing   dapat   melakukan koreksi segera jika terdapat kekeliruan.

Sesuai   dengan   penelitian Faishol   & Hidayah (2021) yang menyebutkan bahwa metode Drill juga dapat menjadi sarana latihan untuk perawat memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan keterampilan sehingga dapat membentuk kebiasaan yang baik. Tujuan metode drill adalah untuk peningkatan setiap kompetensi (pengetahuan dan keterampilan) perawat. Hal ini sesuai dengan Indrasari dkk (2020) yang menyatakan bahwa metode drill merupakan metode pembelajaran yang diaplikasikan pendidik untuk membentuk suatu kebiasaan, dapat dilakukan dengan predan post pemberian asuhan keperawatan. Susanti (2020) juga menyatakan bahwa metode drill merupakan suatu latihan memperoleh suatu ketangkasan, keterampilan, juga kecakapan yang sebelumnya telah dibekali materi oleh pembimbing. Untuk selanjutnya dibimbing, dilatih, dan mempraktekkan kembali secara mandiri sehingga menjadi mahir dan terampil, dimana ciri khas dari metode ini adalah kegiatan pengulangan berkali- kali dari suatu hal yang sama.

Program metode pembelajaran dril dibagi menjadi 3 tahapan, tahap pertamapersiapan dengan metode brainstorming yang diikuti ole seluruh responden untuk menggali pengetahuan dasar tentang phototherapy intervention, kendala apa saja yang terjadi saat dilakukannnya phototherapy intervention selama ini, kemudian dilakukan kegiatan pretest pengetahuan. Tahap kedua dengan metode skill building yang dibagi lagi menjadi praktik I praktik II dan praktik III. Praktik I diawali dengan pemberian ceramah oleh pakar dengan modul pembelajaran keterampilan phototherapy intervention, selanjutnya dibuka sesi tanya jawab dan ditutup dengan pretest ketermpilan.

Praktik II dilanjutkan dengan ketermpilan phototherapy intervention oleh pembimmbing. Pada praktik II praktik mandiri (individual skill) yaitu pembimbing melakukan pendampingan, memotivasi, mengarahkan dengan tehnik metode drill kepada responden saat melakukan prosedur phototherapy intervention. Tahap akhir yaitu refleksi diri dengan melakukan tanya jawab diakhiri dengan kegiatan post test kompetensi.

Pengetahuan merupakan sesuatu yang diketahui seseorang melalui proses pembelajaran (Mailita & Rasyid, 2022). Cara meningkatkan pengetahuan perawat dengan melakukan Continues Profesional Development. The American Nurse Association (ANA,2011) mengartikan Continuing Professional Development (CPD) atau Pengembangan Profesional Berkelanjutan sebagai bentuk keaktifan perawat dalam kegiatan pembelajaran yang berguna      untuk      meningkatkan      praktik profesional atau sebagai alternatif untuk mendukung karir perawat. CPD diperlukan perawat untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi perawat agar tetap dapat melaksanakan tugas berorientasi pada proses dan keselamatan pasien (Neny Rif’ah dkk, 2022; Peraturan Menteri Kesehatan no 40, 2017). **