Pelanggaran Prokes Masih Banyak Ditemukan di Tebing Tinggi

Minggu, 18 Oktober 2020 | 14:22 WIB
Tebing Tinggi, MPOL : Pemerintah Kota Tebingtinggi saat ini sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan himbauan penegakan protokol kesehatan (Prokes)  guna mengantisipasi penyebaran pandemi Covid-19. Namun masih banyak ditemukan warga yang melanggar protokol kesehatan khususnya ditempat fasilitas umum.
          Pantauan MPOL Minggu siang (18/10/2020) disalah satu pasar tradisional Pasar Gambir Tebingtinggi terlihat masih banyak warga, baik pembeli dan pedagang tidak memakai masker atau menggunakan masker dengan benar.
         Salah seorang pembeli, Ibu Jumiati warga Kecamatan Padang Hilir Tebingtinggi mengaku tidak memakai masker karena lupa. Alasan yang sama juga dikatakan Zakaria salah seorang petugas parkir Pasar Gambir.
        ” Lupa bang bawa maskernya, biasanya saya masukkan didalam tas kerja,” ujarnya. Dirinya mengaku sudah mengetahui anjuran pemerintah tentang disiplin memakai masker dan rajin cucitangan sesuai anjuran pemerintah. ” Maaf bang belum terbiasa, tapi mulai saat ini saya akan berupaya mengikuti disiplin memakai masker bair ngak kena corona,” ucapnya berjanji.
        Sementara itu dihari yang sama, petugas Polsek Padang Hilir Resor Tebingtinggi bersama personil Koramil 13 dan Satpol PP Tebingtinggi menggelar Operasi Yustisi di Jalan Soekarno-Hatta Tebingtinggi.
         Puluhan warga pelanggar protokol kesehatan tidak memakai masker terjaring operasi petugas. Usai diberikan masker dan himbauan, puluhan pelanggar Prokes tersebut diberi sanksi teguran lisan oleh petugas operasi.
         Kapolsek Padang Hilir AKP P Manurung menghimbau dan menegur masyarakat yang berkumpul – kumpul diwarung kopi tanpa mengunakan masker. ” Kita juga bagikan masker gratis dan menghimbau masyarakat secara humanis agar tetap melaksanakan protokol kesehatan,” kata Kapolsek.
        Menurut Kapolsek, saat ini Protokol Kesehatan dengan program ‘4M’ yakni Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak dan Menghindari kerumunan sudah menjadi pola hidup kebiasaan baru yang harus diterapkan dimasa pandemi Covid-19 ini, katanya. **