Pasien Bersalin yang Tertahan 32 Hari di RSU Sawit Indah Dijenguk Ketua DPRD Sergai

Jumat, 23 Juli 2021 | 21:07 WIB

Sergai, MPOL : Ketua DPRD Kabupaten Serdang (Sergai), dr. M. Riski Ramadhan Hasibuan, SH, SE, MKM menjenguk sekaligus memberikan bantuan kepada Pasangan Suami Istri (Pasutri) Rudi Prasetyo (30) dan Susi Handayani (29) warga Lingkungan IX Kelurahan Tualang Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Jumat (24/07/2021).

Pasutri tersebut diketahui tertahan selama 32 hari di Rumah Sakit Umum (RSU) Sawit Indah, karena tidak bisa membayar biaya persalinan anak pertamanya. Hingga saat ini pasien masih di kamar 205 RSU Sawit Indah, Jalan Mayjen (Purn) H.T. Rizal Nurdin Nomor 10. / Jalan Pantai Cermin – Perbaungan Kabupaten Sergai.

Kedatangan Ketua DPRD Sergai disambut langsung Humas RSU Sawit Indah Iwan Sahputra, bersama Kepala Perawatan Rahmat Hidayat. Turut serta Kasi Trantib Kecamatan Perbaungan Zulkifli Hasibuan, Lurah Tualang Prayetno, Kepling IX, dan Bidan Desa Yuni.

Disela-sela kunjungan itu, Ketua DPRD Sergai dr M. Riski Ramadhan Hasibuan, kepada wartawan menyampaikan rasa syukur Alhamdulillah, karena dirinya bisa menjeguk salah satu warga Kelurahan Tualang yang dirawat di RSU Sawit Indah pasca persalinan dikarenakan tidak ada biaya. Dan sempat berdiskusi dengan pihak RSU Sawit Indah untuk mencari solusi bersama.

“Saya sangat berterima kasih kepada pihak RSU Sawit Indah dimana pihak RS sudah membantu warga kita yang kurang mampu dengan memberikan banyak pemotongan pembiayaan dan juga fasilitas pelayanan kesehatan yang baik. Kita harus saling bergotong royong bersama untuk membantu masyarakat Sergai,” ungkap Politisi Muda asal Gerindra itu.

Sementara itu menurut keterangan Susi, ia masuk ke RSU Sawit Indah karena ingin melahirkan anak pertamanya karena tidak bisa normal, dan harus dioperasi cesar. “Waktu itu saya masuk rumah sakit tanggal 22 Juni 2021, dan sudah 32 hari disini karena gak ada biaya untuk operasi”, bilang Susi didampingi suaminya Rudi Prasetyo.

Ditambahkan suaminya Rudi, meski anaknya lahir dengan selamat mereka terpaksa harus tinggal karena tidak bisa membayar biaya operasi yang telah dilakukan. “Saya gak punya BPJS Bang, kerja saya serabutan kadang ikut ngarit sawah, kadang ambil upahan orang, sehari cuma 30 ribu itupun kalau ada kerjaan”, imbuhnya.

Jangankan BPJS sebut Rudi, administrasi kependudukan juga tidak ada, sehingga menyulitkannya memperoleh bantuan dari pemerintah. “Ya data kependudukan kami belum ada, karena kami baru saja menikah,” tutupnya.

Pada kesempatan itu, Lurah Tualang Prayetno mengatakan, terkait adanya kekurangan data kependudukan, maka Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan Tualang akan berupaya membantu admistrasi kependudukan Rudi Prasetya dan Susi Handayani. “Rudi Prasetya memang benar warga Tualang dan masih ikut KK orang tuanya. Selanjutnya pihak Kelurahan akan membantu kekurangan biaya persalinan,” ujarnya

Humas RSU Sawit Indah, Iwan Sahputra kepada wartawan menjelaskan bahwa biaya perawatan selama 32 hari di RSU Sawit Indah sudah diberikan keringanan karena melihat kondisi ekonomi Pasutri tersebut. “Awalnya total biaya persalinan operasi dan perawatan selama 32 hari total Rp 8.400.000, namun dengan rasa kemanusiaan pihak RSU Sawit Indah memberi keringanan biaya kepada keluarga ibu Susi dengan hanya membayar Rp 4.900.000,” bebernya. **