Pasca Ratas di Istana Negara, Plt. Walikota Medan Pastikan Kondisi Kesehatannya Baik

Senin, 16 Maret 2020 | 15:53 WIB

Medan – Usai memimpin apel pagi di RSUD Dr Pirngadi Medan, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Dr Pirngadi, Senin (16/3). Hal ini dilakukan Akhyar guna memastikan kondisi kesehatannya pasca mengikuti rapat terbatas (ratas) bersama Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Rabu (11/3) lalu.

Pasalnya, keikutsertaan Akhyar bersama Gubsu Edy Rahmayadi dalam ratas yang beragendakan membahas penyelesaian masalah tanah Sari Rejo, Medan Polonia dan eks PTPN II tersebut juga melibatkan sejumlah menteri kabinet terkait termasuk Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi yang saat ini dinyatakan positif terjangkit Virus Corona.

Diungkapkan Akhyar, dari hasil tes kesehatan yang dilakukan menunjukkan bahwa kondisinya dalam keadaan baik-baik saja. Pasalnya, meski berada dalam satu ruangan dengan Menhub saat ratas, namun tidak terjadi interkasi dan kontak fisik antara dirinya dan Menhub. Apalagi jarak antar Akhyar yang duduk berdampingan dengan Gubsu terbilang jauh dari Menhub yakni mencapai 10 meter.

“Alhamdulillah, hasil tes membuktikan bahwa tidak ada gejala yang menunjukkan saya terjangkit. Pemeriksaan ini juga saya lakukan untuk benar-benar memastikan kondisi kesehatan saya pasca ratas kemarin. Selain itu juga menjadi jawaban atas pertanyaan sejumlah warga Kota Medan, sehingga tidak menimbulkan asumsi dan spekulasi beragam serta mencegah kesimpangsiuran yang dapat menimbulkan keresahan,” kata Akhyar.

Selanjutnya, Akhyar mengungkapkan kondisi ratas lalu yang diikutinya bersama Gubsu. Dijelaskan Akhyar, ratas dibagi dalam dua sesi. Sejak sesi pertama, Menhub sudah lebih dulu berada dalam ruangan rapat bersama para menteri kabinet.

“Saat ratas pertama saya dan Pak Gubsu masih berada di ruang tunggu. Setelah itu, barulah kami masuk dalam ruangan untuk mengikuti ratas ke dua termasuk di dalamnya masih ada Pak Menhub,” ungkapnya.

Posisi duduk Menhub dibilang Akhyar, bersebrangan dengannya dan Gubsu. Jaraknya pun cukup jauh yakni 10 meter. Usai rapat, lanjutnya, Pak Menhub langsung keluar ruangan dan bergegas meninggalkan Istana Negara.

“Jadi benar-benar tidak ada interaksi dan kontak fisik antara saya dan Pak Gubsu dengan Pak Menhub saat itu,” terangnya seraya berharap Menhub dapat segera pulih dan beraktifitas kembali.

Sekaitan itulah, Akhyar berharap masyarakat untuk tetap tenang dalam menyikapi merebaknya virus corona. Terlebih sampai saat ini belum ada ditemukan kasus corona yang menjangkit warga Kota Medan.

“Kita bukan underestimate (meremehkan), tidak. Namun hanya saja kejadiaan ini harus disikapi dengan bijak dan jangan sampai menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat,” bilangnya.

Apalagi terang Akhyar, dari penjelasan tim medis Pemko Medan menerangkan bahwa virus corona ini dapat dihentikan jika langsung dilakukan pencegahan seperti rutin mencuci tangan. Ditambah lagi, iklim dan suhu Kota Medan yang terbilang panas saat ini, tambahnya tidak menjadi wadah yang baik untuk tumbuh kembangnya virus corona.

“Maka dari itu, kepada seluruh warga Kota Medan kami menghimbau untuk senantiasa menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Jangan menyentuh, menyeka atau menggosok area wajah terutama mulut, hidung dan mata dalam kondisi tangan yang kotor. Tetap tenang, jaga kondisi diri dan keluarga. Jangan anggap remeh, namun tetap waspada” pesannya. (HMN/NA)