Masa Pembayaran Zakat Fitrah, Mahasiswa KKN Unimal Bagikan Topeng Anti Covid-19 ke Panitia Zakat di Bosar Maligas

Selasa, 19 Mei 2020 | 12:48 WIB

Bosar Maligas, MPOL: Mahasiswa KKN COVID-19 Universitas Malikussaleh (Unimal) yang tergabung dalam Kelompok KKN K92 Unimal bimbingan Dr. Zulnazri, S.Si, M.T yang diketuai Rizky Fauzi (Agribisnis) dengan anggota Guntoro (Teknik Kimia), Dea Ananda Fristy (Agribisnis) dan Dwi Devi A. Saragih (Pendidikan Matematika) memproduksi Topeng Anti Covid-19 (Face Shield Mask).

Topeng atau masker tersebut dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat. Produksinya dibagikan ke seluruh panitia Zakat Fitrah yang ada di masjid-masjid di Kelurahan Mayang, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

“Topeng ini tahan air sehingga ketika terjadi percikan atau droplet dari seseorang maka droplet tersebut akan tertahan oleh topeng sehingga topeng ini dapat mencegah penularan virus Covid-19 saat pembayaran dan pendistribusian Zakat Fitrah mulai Jumat (15/5/2020),” ungkap Guntoro, anggota kelompok mahasiswa KKN Unimal tersebut dalam keterangan tertulis yang diterima medanposonline.com, kemarin.

Dikatakan, bantuan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat khususnya di saat sedang berada dalam fase Pandemi Covid-19 sehingga mereka bergerak untuk memberikan hal yang sederhana namun besar dampaknya untuk pencegahan Covid-19.

“Kegiatan ini disambut baik oleh Pak Ahmadi selaku Pangulu Kelurahan Mayang Kecamatan Bosar Maligas dan beliau ikut terjun langsung membagikan Topeng Anti Covid-19 ini kepada panitia-panitia Zakat Fitrah di Bosar Maligas,” tambah Guntoro.

Topeng Anti Covid-19 (Face Shield Mask).

Menurut Guntoro, suasana pembayaran zakat fitrah sangat rentan terhadap penyebaran virus, apalagi pada saat proses pembayaran dimana dibutuhkan kontak langsung antara panitia dengan yang membayar zakat sehingga perlu pencegahan dari kemungkinan terpapar.

“Adanya Topeng Anti Covid-19 ini akan sangat membantu mencegah penyebaran Covid-19 karena topeng ini dapat menahan droplet dari seseorang. Produksi topeng ini dengan menggunakan dana mandiri hasil patungan anggota dan proses pembuatannya menggunakan bahan-bahan yang tersedia sehingga mudah didapat,” tuturnya.

Kelompok mahasiswa KKN tersebut berharap bantuan ini dapat berguna dan dapat mencegah pandemi covid-19 sehingga pembayaran zakat pun masih bisa dilaksanakan namun sesuai dengan protokol kesehatan.

“Membayar zakat fitrah itu wajib dan di Bosar Maligas ini belum bisa untuk membayar secara online sehingga harus membayar secara langsung. Tentunya hal ini rentan sekali terjadi penyebaran Covid-19, sehingga kami ciptakan Topeng Anti Covid-19 dengan bahan yang mudah didapat kemudian kami bagikan ke seluruh panitia-panitia Zakat Fitrah sehingga kami berharap dengan adanya topeng yang kami buat ini zakat tetap dapat dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan,” tutur Guntoro lagi.

Dalam kegiatan itu, Ahmadi selaku Pangulu Kelurahan Mayang juga turut mendampingi saat memberikan bantuan langsung ke masyarakat tersebut. Menurut Ahmadi, Topeng Anti Covid-19 ini sangat berguna, apalagi panitia zakat banyak yang sudah usia lanjut dan penerima zakatnya banyak usia lanjut pula.

“Kami himbau untuk panitia zakat selalu memakai topeng ini,” harap Ahmadi yang juga mengapresiasi ide cerdas para Mahasiswa KKN Unimal tersebut.

Mahasiswa KKN Unimal ini sudah beberapa hari mengabdi di Kelurahan Mayang. Dalam kegiatannya Dr. Zulnazri selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN di Unimal mengarahkan untuk selalu mengikuti protokol kesehatan dan selalu membuat program kerja yang bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Karena KKN dengan nama KKN Covid-19 ini bertujuan untuk membantu Pemerintah dan mewujudkan Triguna Dharma Perguruan Tinggi. **