Kena Corona Bukan Aib, GSRI Minta Pemprovsu Umumkan Nama ODP dan PDP

Rabu, 25 Maret 2020 | 23:15 WIB

Medan – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Semesta Rakyat Indonesia (DPP-GSRI) minta agar Pemprovsu serius menangani penyebaran wabah Corona, dan menerapkan asas transparansi kepada publik sebagai langkah antisipasi. Hal itu ditegaskan Ketua Umum GSRI, Ismail Marzuki lewat seluler, Rabu malam (25/3).

Dengan diumumkan nya nama 1000an lebih nama-nama tersebut berdasarkan pembagian alamat di kabupaten dan kota tegas Ismail, diharapkan orang-orang terdekat seperti kerabat dan keluarga, warga lingkungan tempat tinggal, rekan sekerja, dan rekan-rekan sekerja, dari rekan kerja para ODP juga dapat melakukan langkah antisipasi. Minimal isolasi mandiri, serta saling jaga dan saling ingatkan guna memperkecil penyebaran wabah.

“Dalam kondisi sudah gawat ini, jangan lagi gunakan pepatah Diam itu Emas. Nanti diam-diam malah lemas sendiri, dan baru geger setelah jatuh korban jiwa”, keras Ismail Marzuki.

Ismail didampingi para pengurus lainnya seperti Sekjen Batu Bondar Purba, Wakil Ketua Bidang Hukum Taufik Umardhani, Wakil Ketua Anggaran dan Kebijakan Publik Alfiannur  Syafitri dan Wakil Ketua Pemuda Seftian mengatakan, kasus wafatnya dr. Ucok Tambunan dan terakhir Asisten Pemko Medan Musaddad harusnya dijadikan pelajaran. Bahwa tidak ada yang perlu ditutup-tutupi dalam penanganan wabah yang sudah jadi masalah nasional itu.

Bahkan lanjut Ismail, andainya ada pejabat di jajaran Pemprovsu masuk kategori ODP, harusnya juga diumumkan. Karena terkena Corona bukanlah aib yang memalukan, tapi pandemi atau musibah nasional.

Transparansi ini sebut Ismail pantas ditempuh mengingat luasnya wilayah dan banyaknya jumlah penduduk yang ada di NKRI, termasuk di Sumatera Utara. Dan pernah juga dilaksanakan negara-negara luar seperti Korea Selatan.

Harusnya sebut Ismail, Sumut dengan ibukota Provinsi Kota Medan sudah dapat ditetapkan dengan status siaga satu. Mengurangi aktifitas diluar rumah, tanpa diikuti pengumuman ODP dan PDP lanjut Ismail tidak akan membawa dampak berarti. Karena mereka yang ODP dan PDP itu juga tidak diketahui keberadaan serta penanganan medisnya.

Tidak transparansinya Pemprovsu ujar Ismail, dikhawatirkan membuat makin rawan paramedis, aparat TNI-Polri  dan para relawan yang berada digaris terdepan. Karena mereka berjaga, tanpa tahu siapa yang harus dijaga. Dan tiba-tiba saja jatuh korban jiwa, disekitar mereka.

“Saya kira Gubsu Bang Edi Rahmayadi memahami hal ini, jangan biarkan kami rakyat awam ini dihantui teka-teki. Mari kita transparan, saling jaga, saling ingatkan.  Dan semoga Allah SWT melindungi kita semua, dan bisa keluar dari wabah ini” tutup Ismail Marzuki. (alf)