Kejatisu dan Satgas Covid-19 Sosialisasikan Prokes Selama 7 Bulan

Rabu, 25 November 2020 | 19:28 WIB

Medan, MPOL: Tim Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) bekerjasama dengan Satgas Covid-19 mensosialisasikan Protokol Kesehatan (Prokes) ke setiap Lingkungan,Kelurahan dan Kecamatan khususnya di kota Medan dan hasilnya masyarakat mulai  menyadari bahaya virus berbahaya  itu sekaligus mulai menerapkan aturan Prokes tersebut.

Hal itu dikemukakan Kasipenkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian,SH,MH menjawab pertanyaan wartawan sekitar hasil sosialisasi Covid-19 di Medan, Rabu sore (25/11).

Menurutnya, selama pandemi Covid-19 ini Tim. Penyuluh Hukum Kejatisu dan Satgas Covid-19 Sumut secara gencar melakukan penyuluhan hukum tentang aturan penerapan Prokes yakni memakai masker,memakai sabun dan menjaga jarak(3 M) dan perlahan menerapkan pemeriksaan( Testing), Tracing (pelacakan) dan perawatan (treatment) (3T).

“Saya kira hampir 7 bulan kita melakukan sosialisasikan Covid-19 kepada masyarakat.Tapi hasilnya,warga mulai sadar aturan dan patuh Prokes,”ujar juru bicara Kejati Sumut itu.

Sumanggar Siagian pun gak menampik ada juga warga yang belum patuh Prokes,tapi Kejatisu dan Satgas Covid-19 tidak henti-hentinya mengajak warga masyarakat untuk mematuhi Prokes tersebut, selain untuk kepentingan diri sendiri dan orang lain.”Sebenarnya penerapan Prokes tersebut untuk menghindari virus berbahaya itu menular kepada diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Penerapan Prokes juga diberlakukan kepada pegawai,tenaga honorer dan pengunjung di kejatisu.”Mereka diwajibkan memakai masker,mencuci tangan dan dicek suhu tubuhnya saat memasuki kantor,” jelasnya.

“Kalau ada pegawai yang sakit,ada dokter ahli yang siaga di kantor untuk memberi pelayanan kesehatan.Kita tidak ingin Covid-19 menyebar,” ujarnya.

Menyinggung 8,2 juta vaksin Covid-19 yang bakal masuk ke Sumut,Sumanggar menyambut baik kehadiran vaksin tersebut.”Kami selaku penyuluh hukum di lapangan,sangat membutuhkan vaksin tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak meluas,” ujarnya

Menurutnya, aparat Kejaksaan yang merupakan bagian terdepan dari penyuluhan hukum kepada masyarakat harus menjadi contoh penerima vaksin. Sebab resiko dari penyuluh hukum dan sosialisasi ke masyarakat tersebut adalah aparat Kejaksaan. ”Jadi wajarlah aparat kejaksaan sebagai penerima vaksin Covid-19 itu,” jelas mantan Kasipidum Kejari Binjai itu.

Sebelumnya Jubir Covid-19 Dohar Tambunan juga mengakui ada perubahan prilaku warga Medan dari masa bodoh menjadi patuh Prokes. ”Ini tidak terlepas dari sosialisasi  terus menerus yang diberikan Satgas maupun intansi lain yang ditunjuk pemerintah,” ujar Dohar Tambunan.

Menurutnya,warga Medan mulai menyadari bahwa Covid-19 itu harus dicegah dan ditanggulangi secara bersama-sama. ”Saya melihat warga Medan mulai peduli,disiplin dan bertanggungjawab. Tapi ada juga sebagian kecil warga yang belum percaya bahaya Cavid-19 tersebut,” ujarnya.

Namun begitu, kata Dohar Tambunan, Satgas secara terus menyadarkan melalui sosialisasi, edukasi dan penertiban atau penindakan. ”Mudah-mudahan kedepannya warga semakin taat Prokes ,” ujar Tambunan