dr. Mustafa Kamil Adam,Sp.PD : Mayarakat Tidak Perlu Panik Hadapi Pandemi Covid-19

Senin, 19 Oktober 2020 | 19:27 WIB

Medan, MPOL: dr. Mustafa Kamil Adam,Sp.PD  mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak perlu panik menghadapi pandemic Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang kondisinya hingga saat ini belum melandai. Silahkan melakukan aktivitas sehari-hari, dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan selalu menjaga jarak/tidak berkerumun (3M).

“Dengan menerapkan secara disiplin Prokes Covid-19, Insya Allah kita akan terhindar dari virus corona,” ujar Anggota Komisi E DPRD Sumut dr.Mustafa Kamil Adam,Sp.PD kepada medanposonline.com, Senin (19/10-2020) di Medan.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam ini, jika seseorang mudah panik menghadapi segala sesuatu, apalagi terkait dengan pandemic covid-19, maka akan lebih mudah terkena penyakit tersebut, sebab kejiwaan seseorang akan berpengaruh pada kekuatan raga/badan.

“Jika kekuatan jasmani menurun, tentu imun tubuh juga akan turut menurun. Maka tidak perlu panik menghadapi kondisi itu, cukup  jaga kesehatan jasmani dan rohani dengan  berprilaku hidup sehat, seperti mengkonsumsi makanan bergizi, istirahat/tidur cukup, berjemur di waktu pagi hari serta berolahraga secara rutin,” ujarnya.

Sementara, terkait dengan upaya pencegahan atau memutus mata rantai penyebaran covid-19 di tengah-tengah masyarakat, kata dr Mustafa mengaku belum sepenuhnya terlaksana dengan baik, karena masih banyak warga yang mengabaikan Prokes covid-19, terutama tidak memakai masker dan tidak menghindari kerumunan.

Padahal lanjut dr.Mustafa, pihak pemerintah sudah mengingatkan masyarakat agar selalu memakai protokol kesehatan di setiap kesempatan, agar covid-19 segera berakhir dan kehidupan kembali normal seperti biasanya.

Sedangkan disisi lain, lanjut dokter yang pernah bertugas di sejumlah rumah sakit terkemuka di Kota Medan ini, mahalnya harga obat dan peralatan pengujian seseorang terpapar tidaknya virus corona, masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi masyarakat.

“Seharusnya pemerintah harus menggratiskan Rapid test dan  Swab test kepada seluruh masyarakat, agar mudah membedakan orang yang terpapar covid-19 dengan orang yang sehat,” kata dr.Mustafa.

Terapkan 3 T

dr Mustafa juga menjelaskan sejumlah  kendala yang dihadapi tim medis selama ini dalam upaya mempercepat penanggulangan covid-19 diantaranya kuranggnya fasilitas kesehatan rumah sakit, seperti bed, APD, ventilator, kamar isolasi, dan obat-obatan.

Namun begitupun para dokter dan tim medis tetap berupaya menerapkan testing, tracing, dan treatment atau 3 T.

dr Mustafa menjelaskan pelaksanaan 3 T adalah dengan melakukan Testing, akan ada lebih banyak orang yang bisa teridentifikasi, apakah terkena serangan virus corona atau tidak. Jika sudah terinfeksi, maka proses penanganan juga akan lebih mudah. Dengan melakukan ini, diharap penyebaran virus corona bisa teratasi.

Lalu Tracing dilakukan untuk menelusuri kasus suspek, kasus probable, dan kasus konfirmasi. Tujuannya adalah agar dapat diberlakukan isolasi mandiri. Isolasi mandiri dilakukan agar virus covid tidak tersebar ke orang lain.

Selanjutnya Treatment, yaitu perawatan, termasuk isolasi mereka yang kontak erat dengan orang positif sampai terbukti tidak mengidap COVID-19, serta merawat orang yang positif agar tidak menular ke orang lain. Ketiga aspek tersebut harus dilihat sebagai kesatuan yang saling berinteraksi, sebut dr.Mustafa.