Alhamdulillah, Jawa Timur Masuk Level 1 Penanganan Covid-19

Sabtu, 18 September 2021 | 18:21 WIB

 

Surabaya,MPOL: Berdasarkan Asesmen dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Jawa Timur merupakan satu-satunya Provinsi di Indonesia mencapai Level 1, dimana Asesmen tersebut diadopsi dari World Health Organization (WHO).

Pernyataan itu disampaikan Forkopimda Jawa Timur dalam Konferensi Pers, di Gedung Negara Grahadi, pada Jum’at (17/9/2021).

“Alhamdulillah atas kerjasama, gotong royong dan kekompakan kita semua, Jawa Timur menjadi Provinsi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia yang masuk level 1,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Didampingi Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Polisi Nico Afinta, dikemukakan Gubernur Khofifah, ada beberapa data yang mungkin bisa dijadikan referensi bahwa Jawa Timur ini masuk level 1.

Sementara itu, Ketua Rumpun Kuratif Satgas Covid Jatim, dr.Joni Wahyu Hadi menjelaskan indikator capaian. Pulau Jawa dan Bali, hanya Jawa Timur yang Asesmen 1 dari 6 parameter. Dari testing, tracing, treatment, kemudian kapasitas respons semuanya memadai pada level 1.

“Jika dilihat dari progresnya dibanding tanggal 1 Agustus, di mana masih ada 30 Kabupaten Kota waktu itu, sekarang sudah tidak ada lagi. Kemudian ada 10 Kabupaten Kota level 1 dan 26 level 2, ini masih menjadi PR kita semuanya. Kalau dari tingkat zonasi, masih ada 2 daerah, yakni Kabupaten Blitar dan Bangkalan yang level 3, kemudian tidak ada yang level 4, ada 10 yang level 1, dan 26 yang level 2,” ungkapnya.

dr.Joni Wahyu Hadi menyebutkan, kalau kita lihat zonasinya sudah tidak ada lagi zona merah. Zona merah di Kabupaten Kota di Jawa Timur, 34 menjadi 37, kalau kita lihat dari BOR sudah turun semuanya di bawah 60%, WHO mensyaratkan 60%, untuk ICU 18%, kemudian isolasi rumah sakit 18% dan untuk rumah sakit darurat hanya 13% persen. Artinya, bahwa di masyarakat pun juga kecil hasilnya cuma 13%.

Ketua Rumpun Kuratif Satgas Covid Jatim saat konferensi pers, prihalperkembangan Covid-19 di Jatim memaparkan, bahwa ICU rumah sakit kemudian isolasi rumah sakit, rumah sakit lapangan semuanya di bawah 60%, artinya sudah masuk di dalam standar WHO untuk memadai. “Jika gambaran ICU di Kabupaten Kota. ICU kurang 20% itu sudah hijau, pada tanggal 16 September ini tidak ada ICU yang di bawah 20%, “ujarnya.

Untuk yang antri di UGD, kita lihat pada bulan-bulan Juli kemarin itu begitu tingginya, tapi sekarang semuanya sudah tidak ada, antrian di UGD turun drastis dari PPKM darurat waktu itu sekitar 835% per hari di awal Agustus 365% dan sekarang sudah tidak ada lagi antrian di UGD, artinya case di masyarakat sangat menurun.

Sedangkan untuk vaksinasi 1 saat ini mencapai 38,34%, vaksinasi yang 2 20,57%. Kalau kita simpulkan memang vaksinasi belum 70% atau 80%, tapi Jawa Timur sudah bisa mengendalikan laju penularan, maupun kapasitas responnya dengan baik. Artinya prokes di Jawa Timur sudah on the day,” kata Dr. Joni yang juga Direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Pada kesempatan itu, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto menyatakan, hal ini merupakan capaian yang luar biasa, tapi kami tidak berpuas diri, kami menyadari sepenuhnya bahwa pandemi covid-19 ini jauh dari selesai jadi berakhir dan di Jawa Timur sendiri memang secara Provinsi sudah menduduki level 1, tapi sebetulnya di tingkat Kabupaten Kota masih banyak yang harus ditingkatkan.

“Baru 10 Kabupaten Kota yang benar-benar level 1, kemudian ada 26 kabupaten kota yang menduduki level 2 dan masih ada 2 kabupaten yang menduduki level 3, yang masih level 3 ini kami akan tingkatkan menjadi level 2 dan yang level 2 mudah-mudahan bisa menambah kepada yang level 1 dan yang level 1 bisa dipertahankan,” kata Mayjen TNI Suharyanto.

Menjadi fokus kami bersama di samping penanganan covid itu sendiri, tentu saja vaksinasi. Vaksinasi Jawa Timur relatif cukup tinggi sebetulnya, dari segi jumlah kita sudah 12 juta hampir 13 juta yang sudah divaksin dosis 1, tapi memang ada beberapa kabupaten yang juga harus ditingkatkan, paling tidak ada 3 kabupaten yang terus kita dorong antara lain Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Bangkalan,” pungkas Pangdam Brawijaya.

Terkait dengan tercapai level 1 penanganan pandemi Covid 19, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah berpartisipasi aktif, dalam pencapaian level 1 di seluruh Jawa Timur.

“Situasi ini pasti bisa berhasil kalau masyarakat mendukung. Tentunya kami dari jajaran Polda Jatim siap mendukung Ibu Gubernur dan Bapak Pangdam dalam bersinergi untuk mempertahankan dan meningkatkan serta menjaga level 1 di jajaran Jawa Timur,” kata Irjen Nico Afinta.

“Kami mohon kepada masyarakat, dikarenakan pandemi covid-sembilan belas masih lama, ayo kita tetap disiplin broadcast sehingga situasi makin membaik tentunya harapan ke depan ekonomi di Jawa Timur dapat membaik,” tegas Irjen Nico.***