Pandemi Terkendali, PBB Puji Kepemimpinan Jokowi di GPDRR 2022

Kamis, 26 Mei 2022 | 21:51 WIB

Bali, MPOL: Presiden Joko Widodo dinilai sukses dalam mengantisipasi dan memerangi pandemi. Hal itu membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memuji kepemimpinan Jokowi yang memegang kendali tertinggi penanganan pandemi di Indonesia.

Presiden Majelis Umum PBB, Abdulla Shahid menyampaikan apresiasi terhadap Indonesia
dalam penanganan pandemi. Sehingga, acara The 7th Global Platform for Disaster Risk
Reduction (GPDRR) 2022 bisa digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Provinsi Bali, pada Rabu, 25 Mei 2022

“Kami semua sangat senang melihat Bali, berkumpul acara tatap muka hari ini dalam skala besar. Saya telah diberitahu bahwa sekitar tujuh ribu peserta telah mendaftar untuk pertemuan hari ini. Ini merupakan bukti komitmen kuat dan upaya yang dilakukan oleh
pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Yang Mulia Presiden Joko Widodo untuk memerangi Covid-19 dan mengembalikan negara ke jalur pemulihan,” ujar Abdulla Shahid dilihat akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (26/5/2022).
Lebih lanjut, Abdulla Shahid juga menyampaikan penghargaan kepada pemerintah Indonesiayang telah menjadi tuan rumah GDPRR 2022. Hal ini menjadi spesial karena di tengah pemulihan global dari Covid-19.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan yang tulus kepada pemerintah Indonesia yang telah
menjadi tuan rumah platform global pengurangan risiko bencana serta memberikan pujian, baik Indonesia, maupun UNDDR atas usaha bersama ini,” ujarnya.

Selain Abdulla Shahid, Deputi Sekretaris Jenderal PBB, Amina Jane Mohammed juga kagum dengan sejumlah langkah dan kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia dalam
penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air sehingga konferensi GPDRR 2022 dapat digelar
secara tatap muka dan aman. Ia juga mengapresiasi pencapaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

“Memvaksinasi populasi 270 juta adalah prestasi besar, dan kami memuji kepemimpinan Indonesia atas program vaksinnya untuk menjaga semua orang aman,” ujar Amina.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan bahwa pandemi
Covid-19 dalam dua tahun ini merupakan bencana terbesar di dunia yang telah menginfeksi 527 juta orang dan merenggut korban jiwa hingga 6,3 juta orang. Presiden mengatakan bahwa pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan dinamis sesuai situasi terkini untuk menjaga keseimbangan sisi kesehatan dan sisi ekonomi.

“Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan dinamis sesuai situasi terkini, menjalankan
kebijakan ‘gas dan rem’ untuk menjaga keseimbangan sisi kesehatan dan ekonomi dan
terbukti telah memberikan dampak baik,” ungkap Presiden.

Di hadapan para delegasi, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa Indonesia terdiri dari 17.000 pulau lebih dan telah berhasil menyuntikkan sedikitnya 411,5 juta dosis vaksin. Dampaknya,kasus harian menurun tajam dan pertumbuhan ekonomi dapat terjaga baik.

“Kasus harian turun tajam dari 64,7 ribu saat puncak menjadi 345 kasus. Pertumbuhan
ekonomi terjaga 5,01 persen dan inflasi di level aman 3,5 persen,” jelasnya.