Kutuk Penghina ‘Indonesia Raya’, ISWAMI Indonesia Minta Malaysia Lakukan Proses Cepat

Selasa, 29 Desember 2020 | 13:48 WIB

Jakarta, MPOL : Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (ISWAMI) Indonesia mengutuk pemilik akun YouTube My Asean, yang mengunggah parodi Lagu Kebangsaan RI ‘Indonesia Raya’ dengan mengganti lirik-liriknya dengan kalimat-kalimat ‘nyeleneh’ berimplikasi sebagai penghinaan terhadap bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Presiden ISWAMI Indonesia Asro Kamal Rokan dan penasehat Ilham Bindang, Senin (28/12/2020), unggahan itu dinilai sebagai upaya merusak hubungan baik Indonesia-Malaysia yang selama ini berjalan sangat baik.

“Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (ISWAMI) Indonesia, mengutuk penghina lagu wajib Indonesia tersebut — siapapun mereka — sebagai perilaku yang tidak beradab, tidak bermoral, dan dapat merusak hubungan kedua Negara,” kata pernyataan tersebut.

Berikut ini isi pernyataan lengkapnya:

PERNYATAAN ISWAMI INDONESIA

  • Kasus penghinaan lagu Indonesia Raya, yang dilakukan pemilik akun YouTube My Asean, yang diunggah dari Malaysia, merupakan upaya merusak hubungan baik Indonesia-Malaysia, yang selama ini berjalan sangat baik.
  • Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (ISWAMI) Indonesia, mengutuk penghina lagu wajib Indonesia tersebut — siapapun mereka — sebagai perilaku yang tidak beradab, tidak bermoral, dan dapat merusak hubungan kedua negara.
  • ISWAMI mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Malaysia yang menyelidiki pemilik akun YouTube My Asean. ISWAMI juga mengapresiasi Kementerian Luar Negeri Indonesia, yang cepat menanggapi perihal penghinaan tersebut.
  • ISWAMI meminta pihak berwajib Malaysia secara terbuka menjelaskan hasil investigasinya — termasuk kewarganegaraan pemilik akun, juga motif dari penghinaan tersebut.
  • Hubungan yang harmonis kedua negara harus tetap dijaga. Untuk itu, kasus penghinaan harus dapat diselesaikan dalam waktu cepat agar kasus seperti ini tidak lagi terjadi pada masa mendatang.
  • Kami mengimbau netizen kedua negara untuk selalu mempertimbangkan akibat-akibat dari unggahan di sosial media, yang dapat berakibat negatif dan merugikan banyak pihak.

Jakarta, 28 Desember 2020

Asro Kamal Rokan

Presiden ISWAMI Indonesia

IIlham Bintang

Penasehat ISWAMI.

(am)