Zakir Diperiksa Lagi Diduga Kasus TPPU

Senin, 17 Februari 2020 | 23:34 WIB

Medan – Zakir Husein alias Jakir Usin (47) yang pernah menjadi terdakwa bandar besar sabu di Pengadilan Negeri Medan, kembali menjalani pemeriksaan di Sat Res Narkoba Polrestabes Medan, Senin (17/2/20).

Warga Kampung Sejahtera (eks Kampung Kubur) itu dibawa ke ruangan penyidik untuk menjalani pemeriksaan. Namun belum diketahui secara pasti Zakir menjalani pemeriksaan terkait kasus narkoba atau kasus lainnya.

Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Sugeng Riyadi ketika dikonfirmasi Senin (17/2/20) membenarkan pihaknya memeriksa Zakir. “Ya mas, masih gelar,” ujar Sugeng melalui aplikasi whatsapp. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci Zakir diperiksa dalam kasus apa.

Sumber yang didapat di Polrestabes Medan mengatakan Zakir dibawa ke Polrestabes Medan terkait kasus pencucian uang. “Dia dperiksa kembali kasus TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) terkait narkoba,” ujar sumber yang enggan menyebutkan namanya.

Sekadar mengingatkan, pernah diberitakan bahwa 9 bulan menjadi buronan narkoba paling dicari Polrestabes Medan, Zakir Husein alias JU (47) akhirnya diciduk Timsus Polrestabes Medan.

Tersangka merupakan bandar besar yang memasok narkoba di 4 wilayah basis narkoba di Kota Medan yaitu, Kampung Sejahtera (eks Kampung Kubur), Mangkubumi, Masjid Taufik dan Polonia.

Dia ditetapkan sebagai DPO usai petugas mencokok istri dan sopir tersangka dengan barang bukti 0,5 kg sabu, pada Agustus 2018.

Saat ditetapkan masuk dalam DPO tersangka sempat melarikan diri ke Aceh, Batam dan Jakarta. Tersangka juga sempat akan melarikan diri ke Malaysia, namun dicekal oleh polisi.

Setelah melakukan peyelidikan hampir 9 bulan lamanya Zakir Husein berhasil diciduk dalam pelariannya di wilayah Jalan Angkasa Dalam, RT 10, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Kemayoran Selatan Jakarta Pusat, Sabtu (29/9/18) lalu.

Di Pengadilan Negeri Medan, Ketua Majelis Hakim Sriwahyuni menjatuhkan hukuman pria yang kerap disebut sebagai Bandar Sabu Kampung Kubur itu selama 15 tahun penjara. Persidangan vonis berlangsung, Rabu (3/7/2019). Selain hukuman penjara, Zakir juga dihukum membayar denda sebesar Rp1 Miliar subsidair enam bulan kurungan.

Putusan majelis hakim lebih tinggi dari tuntutan jaksa yang sebelumnya dibacakan Randi Tambunan yang menuntut selama 12 tahun penjara denda Rp1 milliar subsidair enam bulan kurungan. Usai vonis, baik jaksa penuntut umum maupun terdakwa menyatakan piker-pikir dulu. (Isu/in)