Wanita Wartawan Dianiaya di Samosir Lapor ke Polisi

Sabtu, 15 Februari 2020 | 10:40 WIB

Samosir (medanposonline.com)Seorang wanita, Asnitha Hunterhard (32) warga Desa Sialanguan Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, wartawan salah satu media online, Selasa (11/02) malam mengalami penganiayaan di Desa Panampangan Pangururan.

Tidak terima dengan penganiayaan yang dialaminya, korban melaporkan kasusnya ke Polres Samosir dengan LP/B-19/II/2020/SMSR/SPKT yang diterima Briptu May F. Siagian.

Menurut Asnitha, kejadiannya bermula saat dirinya bersama dengan rekannya wartawan media lain melakukan liputan ke salah satu pekerjaan pengaspalan jalan di daerah itu yang dikerjakan pada tahun anggaran 2019 lalu.

Disebutkan, diduga tidak terima proyeknya diberitakan, pelaku dugaan penganiayaan berinisial PN warga Pangururan sewaktu bertemu di halaman Cafe Permata langsung menampar keras pipi Asnitha. Tamparan diikuti dengan pemukulan di bagian dada (payudara) sehingga ada bekas memar, lalu pelaku kembali menunjang kaki Asnitha dengan kuat.

“Ada lagi ucapan yang tidak bisa hilang dari ingatan, bahwa siapapun media/wartawan yang berani memberitakan proyeknya akan dihabisi,” ujar Asnitha.

Tokoh pemuda Pardamean Naibaho, Jumat(14/02) saat dimintai tanggapannya menyayangkan kejadian tersebut. Ia mengingatkan, zaman sekarang tidak ada sistem yang mengedepankan kekerasan.

“Kalau tidak terbukti proyeknya dikerjakan asal jadi, silahkan buat bantahan ke redaksi media yang menerbitkan, bukan asal main hakim sendiri apalagi korbannya seorang perempuan,” katanya.

“Harapan saya kepada aparat penegak hukum yang bertugas di Samosir, harus segera menuntaskan kasus penganiayaan ini,” imbuhnya.

Pardamean Naibaho juga mengatakan, kalau benar pemberitaan yang terbit di media online bahwa proyek pengaspalan tersebut asal jadi, aparat penegak hukum harus memprosesnya demi kemajuan pembangunan Samosir.

“Apalagi ada pernyataan yang menyebutkan bahwa siapapun yang memberitakan proyeknya akan dihabisi, ini adalah warning bagi wartawan yang bertugas di Samosir. Kita siap mengawal kasus ini sampai tuntas,” ucap Pardamean Naibaho.

Sejauh ini belum diperoleh konfirmasi dari PN yang dilaporkan Asnitha sebagai pelaku penganiayaan. (TS.04)