Wajah Bocah 8 Tahun Memar-memar Dibogem Emak Tiri

Kamis, 13 Januari 2022 | 15:13 WIB

Medan, MPOL : Seorang bocah berumur 8 tahun memar-memar setelah dihajar emak tirinya. Peristiwa itu terjadi di salah satu desa di Kecamatan Sunggal, Deli Serdang. Akibat dari kejadian tersebut, korban MADL mengalami memar-memar di bagian wajahnya setelah dibogem pelaku.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Dr. Muhammad Firdaus ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pelaku ibu tiri korban sudah ditangkap.

“Pelaku ibu tirinya bernama Lisnauli Sitorus sudah kita tahan,” katanya saat dihubungi, Kamis (13/1/2022) siang.

Firdaus menjelaskan, peristiwa itu terjadi, Jumat (7/1/2022) sekira pukul 15.30 WIB. Ketika itu korban sedang belajar membaca di ruang tamu yang diajari oleh tersangka yang merupakan ibu tirinya, Lisnauli Sitorus. Namun karena korban sulit untuk mengerti, tersangka emosi dan mengambil penggaris besi kemudian memukul kepala korban hingga berulang kali.

Selain itu, tersangka juga mendorong wajah korban ke belakang mengenai mata. korban sebelah kanan dan menyuruh anak korban memakan cabe rawit. Pada saat kejadian, di dalam rumah ada kakak korban berinisial IAM, di mana ia berada di dalam kamar dan mendengar korban berteriak-teriak dengan mengatakan ‘ampun, ampun’.

“Ketika mendengar korban menjerit, saksi keluar dari kamar dan melihat korban sudah muntah di atas buku bacaannya karena memakan cabai rawit,” katanya.

Kemudian besok paginya, sambung Firdaus, pada saat bangun pagi, ayah angkat korban Sugino Ariyanto (pelapor) melihat wajah anak korban sudah memar-memar dan mata sebelah kanan memerah. Ketika ditanya oleh pelapor, korban yang diduga kuat sudah ketakutan itu mengaku bahwa korban jatuh di kamar mandi.

Selanjutnya, Senin (10/1/2022) saat korban masuk sekolah, wali kelas korban melihat wajah korban lebam-lebam. Kemudian wali kelas tersebut bertanya apa penyebabnya dan dijawab oleh korban bahwa ia jatuh di kamar mandi.

“Gurunya tidak percaya dan terus didesak, akhirnya korban mengaku bahwa dia dipukul oleh tersangka. Mendengar pengakuan korban, maka pihak sekolah memanggil pelapor dan waktu itu korban tidak mau pulang ke rumahnya karena takut dan bermalam di rumah gurunya,” jelasnya.

Kemudian, Selasa (11/1/2022) sekira pukul 14.00 WIB, tersangka dijemput oleh masyarakat ke rumahnya dan diserahkan ke Polrestabes Medan.

“Tersangka sudah kita tahan. Untuk
motifnya karena tersangka emosi lantaran anak korban lambat diajari dalam belajar,” sebutnya. *