Tim Gabungan Akhirnya Mengungkap Kasus Pembunuh Pelajar SMP Di Langkat

Selasa, 28 Juni 2022 | 12:06 WIB

Medan, MPOL: Tim gabungan Poldasu dan Polres Langkat bersama Polsek Pangkalan Brandan  akhirnya berhasil menangkap tersangka pembunuhan pelajar SMPN 3 inisial ASS alias Alda, Pangkalan Brandan, Kab Langkat, Sumatera Utara. ABG Siswi SMP

Tersangka  berinisial FS (19), warga Jalan Bay Pass, Gang Bahari, Kelurahan Alur Dua Baru, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat.

Dia ditangkap saat melintas tak jauh dari rumahnya dengan menggunakan sepeda motor  jenis Honda Revo Absolute warna hitam BK 6607 LL pada Senin (27/6/22).

Kapolsek Pangkalan Brandan, AKP. Bram Chandra. SH. MH saat dikonfirmasi, Selasa (27/6) membenarkan penangkapan tersangka pembunuhan pelajar SMP tersebut.

“Saat itu kami sedang melakukan penyelidikan bersama tim dan melihat pelaku melintas menggunakan sepeda motor jenis Honda Revo Absolute warna hitam BK 6607 LL tidak jauh dari lokasi rumahnya,” jelas Bram, Selasa (28/6/22).

AKP. Bram Chandra. SH. MH mengatakan, penangkapan pelaku atas kerja keras jajaran Polsek Pangkalan Brandan dibantu dengan Polres Langkat dan Polda Sumut yang terus melakukan penyelidikan sejak jasad korban ditemukan pada Selasa (21/6/22) malam lalu.

Disebutkan,  begitu melihat tersangka lalu petugas mencocokan wajah pelaku dengan video rekaman CCTV saat pelaku berboncengan dengan korban.

Setelah dipastikan, tersangka langsung ditangkap dan memboyongnya ke Mapolsek Pangkalan Brandan guna penyelidikan lebih lanjut.

“Saat diinterogasi, tersangka  FS mengakui semua perbuatannya yang telah membunuh korban,” jelas Bram menambahkan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

Diketahui, sebelum ditemukan, korban pamitan sekolah namun sejak saat itu korban tidak lagi pulang kerumah hingga sepekan namun akhirnya mayatnya ditemukan membusuk di kawasan wilayah bekas sanggar Pramuka, Komplek PT. Pertamina RU II, Pangkalan Brandan, Langkat.

Mayat korban ditemukan seorang pengembala lembu yang kemudian memberitahukan kepada kepala lingkungan setempat dan ke polisi pada Selasa (21/6/22) sekitar pukul 18.00 Wib.

Mayat korban saat ditemukan sudah mulai membusuk dengan kondisi bagian bawah tidak mengenakan pakaian. Tapi dia masih memakai sepatu. Posisi celana dalam dan bra korban juga sudah terbuka.

Kuat dugaan korban sebelum dibunuh  diperkosa.

Polisi yang melakukan penyelidikan menemukan kepala bagian belakang korban luka diduga dipukul menyusul ditemukannya bongkahan batu didekat mayat korban.***