Tersangka Aidil Syofian Mangkir Lagi # Wak Genk: Tipikor Poldasu Segera Tuntaskan Korupsi PD Pasar Medan

Senin, 30 November 2020 | 21:52 WIB

Medan,MPOL: Tersangka kasus dugaan korupsi PD.Pasar Medan, Aidil Syofian SE, mangkir untuk kedua kali panggilan penyidik Tipikor Poldasu. Pada panggilan pertama pekan lalu, mantan Kasubbag Akutansi dan keuangan PD.Pasar Medan itu tidak menghadiri panggilan penyidik tanpa alasan yang jelas. Kemudian panggilan kedua, Senin (30/11), juga mangkir dengan alasan sakit.

Kasubdi III/Tipikor Ditreskrimsus Poldasu Kompol Wira Prayatna S.IK melalui Kepala Unit IV Kompol Hartono membenarkan mangkirnya tersangka dugaan korupsi PD.Pasar Medan tersebut.

“Yang bersangkutan tidak bisa hadir dengan alasan sakit. Kuasa hukumnya datang mengantarkan surat sakit,” kata Kompol Hartono. Seyogianya, tersangka Aidil Syofian menjalani pemeriksaan pada Senin (30/11).

Pun demikian, sebut Hartono, kuasa hukumnya berjanji akan segera menghadirkan kliennya itu untuk menjalani pemeriksaan.

“Jika dalam waktu yang ditentukan juga tidak datang, maka langsung dilakukan jemput paksa,” tegas Kompol Hartono.

SEGERA TUNTASKAN
Sementara itu, pengamat kinerja kepolisian Kota Medan, Muh Abdi Siahaan/Wak Genk mengatakan, keseriusan penyidik unit IV Tipikor Poldasu dalam menangani kasus dugaan korupsi PD.Pasar Medan itu patut mendapat dukungan.

Namun, kata Wak Genk, penyidik agar terus memantau kondisi tersangka yang mengaku sakit. Penyidik jangan sampai kecolongan.

“Mengingat yang bersangkutan sudah dua kali mangkir, Poldasu jangan sampai kecolongan. Jika diperlukan, Poldasu punya Dokes yang bisa memeriksa kesehatan tersangka. Dalam pemeriksaan nantinya bisa diketahui apakah tersangka bisa atau tidak menjalani pemeriksaan. Pun demikian privatisasi seorang tersangka perlu dihargai,” tegas aktivis sosial kemanusiaan yang sudah banyak membantu warga terdampak Covid-19 melalui wadah Gowes’86 tersebut.

Wak Genk menambahkan, dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan, setidaknya bisa menjadi catatan atau pertimbangan bagi penyidik langkah apa yang dilakukan setelah pemeriksaan yang bersangkutan.

“Kita tidak boleh mengintervensi penyidik karena hak prerogative ditangan penyidik apakah seorang tersangka bisa ditahan atau tidak. Namun sebagai saran, agar tersangka Aidil Syofian dilakukan penahanan karena berbagai kemungkinan bisa terjadi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dirreskrimsus Poldasu Kombes Rony Samtana mengatakan, Aidil Syofian ditetapkan sebagai tersangka terkait penyetoran kontribusi uang sewa tempat berjualan di Pasar Induk Tuntungan (Lau Chi) Kota Medan sejak tahun 2015-2017 yang mengakibatkan kerugian negara Rp.1.483.000.000.

“Aidil Syofian sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait penyetoran kontribusi uang sewa tempat berjualan di Pasar Induk Tuntungan, Kota Medan pada Perusahaan Daerah Pasar Kota Medan,” ujar Rony, Jumat (20/11/20) lalu.

Dijelaskan, berdasarkan bukti kwitansi jumlah total keseluruhan uang kontribusi sewa Pasar Induk Tuntungan yang diterimanya sebesar Rp9.462.713.500 karena seluruh pedagang Pasar Induk Tuntungan sudah membayar namun yang disetorkan hanya Rp.7.865.000.000 sehingga terdapat indikasi kerugian negara sebesar Rp.1.483.000.000.

Disebutkan, dalam menerima setoran uang kontribusi sewa pedagang Pasar Induk Tuntungan, Aidil Syofian melakukan secara gelondongan dari penyetor tanpa disertai rincian nama pedagang yang menyetor. Kemudian, Aidil Syofian membuat tanda terima uang berupa kwitansi (bukan kwitansi resmi PD. Pasar Kota Medan) diperuntukkan sebagai bukti pembayaran, dan hal ini khusus untuk pembayaran sewa Pasar Induk Tuntungan.

“Uang kontribusi sewa yang diterima Aidil Syofian tidak langsung membukukannya ke dalam Buku Kas Umum (BKU), melainkan menyimpannya di Brankas PD. Pasar Kota Medan dan dirinya mencatat penerimaan uang kontribusi sewa Pasar Induk Tuntungan dalam BKU setelah menyetor uang ke Bank,” jelasnya lagi.***