Terpidana Korupsi Flora Simbolon Ajukan PK

Senin, 19 Oktober 2020 | 21:07 WIB
Medan, MPOL :   Flora Simbolon, terpidana korupsi  proyek IPA Martubung di PDAM Tirtanadi mengajukan Peninjauan Kembali (PK) setelah divonis Mahkamah Agung (MA) 4 tahun penjara, Senin (19/10).
Hakim Immanuel Tarigan mulai menggelar sidang PK Flora Simbolon teraebut untuk mendengar keterangan 3 saksi ahli yang diajukan pemohon.
Diawali dengan keterangan Ahli Hukum Pidana, Warasman Marbun dalam keterangan keahlian menyebut ada prosedur penanganan perkara yang tidak sesuai akan prosedur seharusnya harus ditemukan ada kerugian negara terlebih dahulu barulah ditetapkan sebagai tersangka pada waktu.
“Seharusnya sebelum ditetapkan sebagai tersangka ada nilai kerugian negara. Begitu juga bila ada putusan praperadilan kasus tersebut tidak,” ucap Warasman
Namun dalam persidangan tersebut, Warasman juga tidak menampik adanya hasil temuan saat dilakukan proses penyidikan tentang kerugian dari keterangan saksi maupun bukti-bukti yang dihadirkan.
“Bagaimana dengan tanggapan ahli, apakah bukti dari keterangan saksi maupun bukti berkas tentang kerugian negara?,” tanya Nurdiono mewakili termohon dari Kejari Belawan.
Menanggapi hal itu ia pun tak menyanggah apa yang disampaikan termohon kalau itu bukti awal selama proses penyidikan.
Sementara itu dua ahli lainnya dari Kantor Akuntan Publik Salmon Sihombing, yakni Mangasa Marbun dan Binsar Sirait dalam keahlian juga tidak merinci secara pasti apakah hasil yang dilakukan Hernold tersebut tidak sah karena bukan anggota IAPI.
“Kami mau nanya apakah produk audit yang dilakukan itu sah, walaupun Hernold bukan anggota IAPI,” tanya Ketua Majelis Hakim, Imanuel Tarigan sembari menanyakan dasar hukumnya.
Keduanya tampak ragu menjawab pertanyaan majelis hakim, tak hanya itu keduanya saling tatap saat menjawab pertanyaan majelis hakim.
“Lho kenapa anda sebagai ahli terdiam jelaskan apa dasar hukumnya, belum lagi keduanya menjawab,” Flora langsung memotong dan menjawab pertanyaan majelis hakim.
Sontak saja, Ketua Majelis Hakim menegur terpidana. “Tolong anda diam, anda kan telah menunjuk bapak-bapak ini, mereka ini ahli lho jadi tolong percayakan sama mereka,” ucapnya.
Meski keduanya menyatakan itu bisa dibatalkan akan tetapi keduanya tak bisa menjelaskan unsur yang membatalkannya.
“Bisa pak hakim, namun kami lupa pointersnya,” ucapnya lagi.
Selanjutnya, pemohon melalui penasehat hukum menunjukan sejumlah bukti baru atau novum.
Sebelumnya Staff Keuangan Promits Lesindo Jaya Utama (LJU) Flora Simbolon divonis 8 tahun serta denda Rp 200 juta oleh hakim ketua Syafril Batubara di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (8/4/2019),
 Tak hanya itu Flora dibebankan membayar kerugian sebesarRp. 4 miliar subsidair 3 tahun kurungan.
Flora dinyatakan terbukti terlibat dalam kasus korupsi paket pekerjaan berupa Engineering, Procurement and Construction (EPC) pembangunan IPA Martubung PDAM Tirtanadi Sumut yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp.18,1 miliar dari pagu Rp 58,7 miliar tahun anggaran 2014.
Kemudian Flora banding dan dihukum 5 tahun penjara. Lantas Flora mengajukan kasasi dan dihukum 4 tahun penjara. **