Terkait Penahanan KHS Aniaya Polisi, Kapolrestabes: Kita Profesional

Jumat, 24 Juli 2020 | 17:00 WIB

Medan, MPOL : Setelah penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan menahan anggota DPRD Sumut, KHS, sampai saat ini petugas masih memburu dua orang lagi yang masih DPO yang terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap dua oknum polisi di Gedung Capital Building, Minggu (19/7/2020) dinihari lalu.

“Kita mengimbau untuk 2 orang DPO berinsial A dan M untuk segera menyerahkan diri,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko di Mapolrestabes Medan, Jumat (24/7/2020) sore.

Saat disinggung mengenai informasi akan adanya perdamaian antara korban dengan para tersangka, Kapolrestabes mengatakan pihaknya tetap bekerja secara profesional.

“Kita melaksanakan penyidikan profesional. Silahkan kalau mau berdamai atau apa, kita profesional dan penyidikan akan tetap kita lakukan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Sebelumnya, sebanyak 8 orang yang terlibat penganiayaan terhadap dua anggota polisi di Capital Building sudah di tahan di Rumah Tahan Polisi (RTP) Polrestabes Medan. Hal itu dikatakan Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko kepada wartawan, Rabu (22/7/2020) siang.

Riko menjelaskan, setelah sebelumnya telah mengamankan dan memeriksa 17 orang dalam kasus tersebut. Dari 17 orang itu, setelah dilakukan gelar perkara pihaknya menetapkan ada 8 tersangka, dimana yang lainnya sampai saat ini masih berstatus saksi. KHS adalah salah satu dari 8 tersangka tersebut.

“Dari 8 tersangka tersebut 7 laki-laki dan 1 perempuan. Dari 17 orang itu sebelum dilakukan pemeriksaan, kita test urine. Hasilnya, ada 7 orang yang positif amphetamine,” kata Riko di Mapolrestabes Medan.

Saat disinggung peran KHS dalam penganiayaan terhadap oknum polisi, Kapolrestabes mengatakan bahwa KHS pertama kali memukul.

“Jadi dia (KHS) yang memukul pertama kali korban Angga (Bripka Karingga). KHS kita tahan. 8 orang (7 laki-laki dan 1 perempuan) kami tahan,” tegasnya.

Kemudian, ditanyai motif terjadinya penganiayaan, Kapolrestabes mengaku masih mendalami kasus ini. Katanya, pihaknya menemukan di komunikasi mereka bahwa KHS menerima chat WA dari rekan wanitanya berinisial PA yang mengaku dipukul oleh anggota Polri di Diskotek Retro Capital Building.

Selanjutnya, KHS bersama rekan-rekannya mencari orang yang dimaksud oleh rekan wanitanya tersebut di lapangan parkir dan bertemu dengan kedua korban Angga dan Mario.

Kembali disinggung kehadiran oknum polisi sedang berada di TKP, Kapolrestabes juga mengatakan masih mendalaminya. “Itu sedang kita dalami juga. Kejadiannya di lapangan parkir ya,” katanya.

Dikatakannya, kedelapan tersangka yang diamankan masing-masing berinisial, RAS, KHS, SS, ZAD, PHT, AJ, LFG dan perempuan PA. Sementara seorang lagi diduga pelaku berinisial A masih diburu petugas (DPO).

‘Penganiayaan yang dilakukan tersangka utama RAS, kemudian saudara SS, kemudian saudara ZAD, kemudian PHT, kemudian AJ, kemudian KHS, kemudian LFG, yang perempun PA,” tuturnya di Mapolrestabes Medan, Rabu (22/7/2020).

Ia menyebutkan bahwa awal mula pengeroyokan ini terjadi karena PA memprovokasi KHS untuk membawa kelompoknya

“Perannya PA ini memprovokasi, dia yang memanggil saudara KHS dan teman-temannya dari lantai 6 ditarik ke bawah untuk mencari di lapangan parkir, ya saudari PA ini,” sebutnya.

Selain itu, Riko juga membenarkan bahwa wanita berinisial PA tersebut adalah orang yang sama dengan yang di video rekaman CCTV yang terlihat memarahi dan mendorong seorang pria yang diduga korban.

“Ya benar perempuan itu yang di CCTV,” tuturnya.

Riko menyebutkan bahwa Kiki merupakan orang pertama yang melakukan pemukulan terhadap anggota Brimob Kompi 4 Yon C Bripka Karingga Ginting. *