Terdakwa Johannes Suruh Karyawan Palsukan PO Dirut

Selasa, 23 Februari 2021 | 20:54 WIB
Medan,MPOL : Johannes Widjaya selaku Komisaris Utama di PT Liftec Indonesia Jaya (LIJ) saat diadili di Pengadilan Negeri Medan didakwa memalsukan tandatangan Direktur Utama (Dirut) dalam Pesanan Order (PO).
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan diketuai Ali Tarigan dan JPU Risnawaty Ginting.Saat ini akan memasuki pemeriksaan saksi adcharge( meringankan) terdakwa,setelah pemeriksaan  Erik Lionanto dan dua karyawati PT Liftec.
Kepada wartawan di PN Medan,Selasa(23/2) Erik selaku saksi korban  mengaku dirugikan atas pemalsuan tanda tangan yang dilakukan terdakwa Johannes Widjaja  didalam Pesanan Order (PO).” Awalnya karyawan diancam membuka PO atas nama Dirut dan ditandatangani terdakwa. Karyawan terpaksa menuruti kemauan terdakwa Johannes karena takut dipecat,” ujar Erik
Menurutnya ada 7 PO yang diterbitkan terdakwa, 1 diantaranya PO diteken Dirut ,tapi tandatangan terdakwa.” Saya merasa dirugikan atas pemalsuan itu bukan kerugian perusahaan,” ujar Erik.
Dijelaskannya, ada konsumen yang komplin atas PO yang diterbitkan terdakwa Johannes.Pasalnya barang yang dijual PT.Liftec kepada konsumen ternyata  barang seken.Akhirnya konsumen komplin sehingga saksi korban mengembalikan kerugian sebesar Rp 70 juta.
Sementara Haryo Kuncoro Jati SH didampingi Baginda Rizky,SH,Reza Rayhan,SH,Megawati,SH dan Maulana Abdullah,SH selaku Penasihat Hukum terdakwa Johannes Widjaja mengatakan,tindakan terdakwa Johannes yang menandatangani pesanaan order( PO) atas nama Drs Erik Lionanto selaku Direktur Utama semata untuk kelancaran perusahaan.
”Sebenarnya ini kerjaan Dirut yang diambilalih terdakwa Johannes selaku Komisaris Utama,karena Dirut PT Liptec yang tidak berada di tempat sementara pesanan banyak ” ujar Haryo.
Sebelumnya JPU Risnawati Ginting dari Kejatisu menghadirkan tiga saksi yakni Drs Erik Lionanto,Lilis dan Nurafni.Ketiganya menerangkan terdakwa Johannes meneken PO mewakili saksi korban Erik selaku Dirut.
Ternyata dari PO yang diterbitkan terdakwa ada konsumen yang komplin karena pesanan yang diberikan rekondisi bukan barang baru,sehingga Erik merasa dirugikan.