Tak Ditahan akhirnya melarikan diri, Polres Belawan Tak mampu Hadirkan Tersangka Mariana

Rabu, 31 Maret 2021 | 23:13 WIB

Medan,MPOL: Hanya dengan alasan kemanusiaan, pihak Polres Pelabuhan Belawan akhirnya ‘kelimpungan” menghadirkan tersangka penipuan, Mariana (48). Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah menyurati Polres Pelabuhan Belawan untuk menghadirkan tersangka dan barang bukti (P-22) setelah berkasnya dinyatakan lengkap (P-21). Namun, wanita pemilik toko Asia Paper yang beralamat di Jalan Pelita 4 Blok C Komplek Kim Star Tanjung Morawa, Kab Deli Serdang itu justru melarikan diri.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP I Kadek yang dikonfirmasi melalui Kasubbid Penmas Bid Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan membenarkan kalau tersangka Mariana tidak dapat dihadirkan penyidik karena sudah melarikan diri.

“Untuk kasus tersebut belum bisa tahap 2, karena kami sudah upayakan mencari yang bersangkutan tidak ada di rumah. Rumah kosong komandan,” kata MP Nainggolan menirukan keterangan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP I Kadek, Rabu (31/3).

MP Nainggolan mengakui, Polres Pelabuhan Belawan sudah menerbitkan surat DPO (Daftar Pencarian Orang) atas nama tersangka Mariana warga Jalan Merbabu Blok B6 No 22, Kel Sampali Kec Percut Sei Tuan, Kab Deli Serdang.

Namun, ketika ditanya apakah surat DPO itu sudah disebarluaskan kejajaran Poldasu, AKBP MP Nainggolan mengaku tidak mengetahui pasti.

Sementara itu, Dirreskrimum Poldasu Kombes Tatan Dirsan Atmaja yang dikonfirmasi soal surat DPO atasnama Mariana apakah sudah ada diterima Ditreskrimum Poldasu, belum mengetahui.

“Ntar aku tanyakan ke Res Belawan,” kata mantan Kabid Humas Poldasu tersebut, melalui WhatsApp (WA), Rabu (31/3) sekira pukul.14.41 wib.

Sedangkan Danil Rachmat sebagai korban penipuan dari tersangka Mariana mengaku sangat kecewa dengan sikap penyidik Polres Pelabuhan Belawan yang sampai saat ini tidak melakukan P22 terhadap tersangka Mariana. Padahal, jaksa penuntut umum sudah menyurati bahkan menghubungi langsung penyidik yang menangani agar segera melakukan tahap 2.

“Pihak Kejari Belawan sudah menyurati Polres Pelabuhan Belawan, prihal pemberitahuan hasil penyidikan perkara pidana atas nama tersangka Mariana yang disangka melanggar pasal 372 KUHP no B/1.2.26.3/Eoh.1/02/2021 menyebutkan berkas tersangka sudah dinyatakan lengkap dan diminta agar menyerahkan tersangka untuk selanjutnya dilakukan proses persidangan. Surat itu dikirim pada tanggal 15 Februari 2021. Namun, Polres Belawan tidak mampu memenuhi petunjuk jaksa,” kata korban .

Kuna Silen SH kuasa hukum Danil Rachmat menimpali, kinerja penyidik Polres Pelabuhan Belawan tidak profesional. Dia menilai, Mariana melarikan diri diduga karena oknum penyidik memberikan peluang sebab sejak Mariana ditetapkan sebagai tersangka, penyidik tidak melakukan penahanan.

“Sedari awal kita sudah prediksi dan telah mengingatkan penyidik untuk melakukan penahanan terhadap tersangka namun tidak digubris. Belakangan kami tahu dari media alasan tidak melakukan penahanan karena demi kemanusiaan,” tegas korban.

Dari sikap penyidik Polres Pelabuhan Belawan, sebut Kuna, terkesan penyidik lebih memihak kepada tersangka dengan mengabaikan nasib yang dialami korban.

“Apakah hal tersebut diberlakukan kepada semua tahanan atau tersangka di Polres Belawan,” timpal korban lagi.

Terkait surat DPO, Kuna Silen mensinyalir hanya akal akalan saja. “Sejatinya, surat DPO harus disebarluaskan dan dikordinasikan ke Poldasu dan jajaran. Namun sampai saat ini belum ada kabar kalau surat DPO atasnama Mariana disebarkan. Kalau memang DPO sudah terbit, kami meminta surat DPO nya,” kata Kuna diamini Danil Rachmat.

Kuna Silen menjelaskan, kasus penipuan berawal dari bisnis jual beli kacang antara Danil Rachmat selaku sub dialer PT.FKS dengan Mariana selaku pemilik Toko Asia Paper yang beralamat di Jalan Pelita 4 Blok C Komplek Kim Star Tanjung Morawa, Kab Deli Serdang, sejak tahun 2015.

Singkat cerita, Mariana tidak membayar pembelian kacang kepada Danil Rachmat. “Berbagai upaya telah dilakukan korban agar Mariana membayar namun dia selalu beralasan macam-macam. Terakhir dia bilang tidak ada lagi uang untuk membayar,” ujarnya.

“Ada empat kali pengambilan kacang oleh Mariana ke PT.FKS yakni sebanyak 30.000 Kg dengan harga RP.210.187.500,” kata Kuna.

Merasa ditipu, Danil Rachmat mengadu ke Polres Pelabuhan Belawan dengan nomor LP/450/X/2020/SPKTerpadu Polres Pelabuhan Belawan tanggal 14 Oktober 2020.***