Sukses Ungkap 3 Kejahatan Terorganisir, Wak Genk: Polri Semakin Disegani dan Dicintai

Jumat, 17 September 2021 | 00:14 WIB

Medan,MPOL: Keberhasilan sebuah missi untuk menggapai hasil maksimal sangat tergantung dari support seorang pimpinan kepada anak buah, semisal mengungkap kasus kejahatan. Support pimpinan  itulah yang melatari terungkapnya kasus kejahatan yang menjadi perhatian publik di  Indonesia khususnya di Medan-Sumatera Utara.

Hal itu dikatakan aktivis yang juga tokoh pemuda Sumatera Utara, Muh Abdi Siahaan/Wak Genk terkait keberhasilan tim gabungan Polda Sumut mengungkap tuntas tiga kasus kejahatan terorganisir dalam waktu yang relative singkat.

“Support dari Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak kepada tim yang dipimpin Dirreskrimum Kombes Tatan Dirsan Atmaja, sangat menentukan keberhasilan tugas anggota dilapangan. Tanpa peran serta  pimpinan, niscaya hasilnya tidak akan sesuai dengan harapan,” tegas aktivis sosial kemasyarakatan tersebut, Kamis (16/9).

“Selain support dari pimpinan, keberhasilan itu tidak terlepas dari doa masyarakat,” ujarnya.

Wak Genk menilai,  selaku putra daerah Irjen Panca Putra Simanjuntak (anak Simpang limun) dan Kombes Tatan Dirsan Atmaja (Labuhan Deli) telah memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa Polri mampu menjawab tantangan dalam mengungkap kasus kriminalitas. Dengan keberhasilan ini juga, Polri akan semakin dicintai dan disegani.

“Keberadaan Irjen Panca dan Kombes Tatan diyakini menjadikan para pelaku kejahatan akan berpikir ulang dalam melakukan aksi kriminalitas di Sumatera Utara,” terangnya.

Muh Abdi Siahaan/Wak Genk mengatakan, warga Sumatera Utara patut  angkat jempol dan mengapresiasi kerja keras tim gabungan Poldasu dalam mengungkap tiga kasus kejahatan, pembunuhan seorang wartawan Marasalem Harahap alias Marsal di Simalungun, penyiraman air keras kepada seorang jurnalis di Medan, Persada Bhayangkara Sembiring dan kasus perampokan dua toko emas di Pasar Supermarket Simpang Limun Medan.

Kombes Tatan Dirsan Atmaja yang ditunjuk Kapoldasu Irjen Panca Putra Simanjuntak memimpin tim dalam mengungkap tiga kasus kriminal itu, sampai mengorbankan persiapan yang selama ini dilakukan untuk masuk Sespimti (Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi) Polri.

“Kalau boleh saya mewakili warga Sumatera Utara terutama keluarga dari para korban, sangat patut Kombes Tatan Dirsan Atmaja mendapat penghargaan yang luar biasa. Saya mengusulkan dan yakin bahwa pak Kapoldasu akan merekomendasikan Kombes Tatan masuk Sespimti,” ujar Wak Genk.

Selain Tatan, sebut Wak Genk, personil yang terlibat juga layak mendapat reward. “Reward dimaksud bukan hanya selembar piagam penghargaan namun diberikan berupa kenaikan pangkat. Dengan hal demikian, para anggota yang lain akan semakin termotifasi,” sebutnya.

Muh Abdi Siahaan/Wak Genk yang diketahui banyak memberikan bantuan kepada warga Medan dan Deli Serdang yang terdampak pandemi Covid-19, mengawali dari kasus pembunuhan wartawan di Simalungun, Marsal Harahap yang terjadi di Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kec Gunung Maligas, kab Simalungun pada Sabtu 19 Juni 2021 malam.

Berhasil mengungkap tuntas kasus penembakan Marsal dalam tempo yang relative singkat tidak lebih 10 hari, dengan menangkap otak pelaku yang tak lain mantan calon Walikota P.Siantar, Sujito yang juga selaku pemilik Diskotik/karaoke  Ferrary berikut managernya Y.

Pengungkapan kasus itupun dibantu Kodam I/BB. Panglima Kodam I/BB Mayjen TNI Hassanudin yang tidak suka melihat anak buahnya yang terlibat, menangkap 3 anak buahnya, yakni Praka AS selaku eksekutor dan tiga temanya yang turut membantu. Praka  AS meninggal dunia akibat menderita penyakit semasa dalam tahanan di Pomdam I/BB.

Kasus kedua, penyiraman air keras kepada wartawan di Medan, Persada Bhayangkara Sembiring yang terjadi 25 Juli 2021 pukul 21.20 wib di Jalan Jamin Ginting Medan. Dalam waktu yang relative singkat yang hanya dua minggu berhasil  menuntaskan kasus tersebut dengan menangkap 5 pelaku, inisial SS, HSJ, IIB, N dan UA.

Terakhir, perampokan bersenjata api laras panjang dan jenis pistol di toko emas Aulia Chan dan Masrul F di Pasar Simpang Limun yang terjadi pada  Kamis 26 Agustus 2021 Pukul 14.40 wib. Tak kurang dari 14 hari, tuntas dengan menangkap 5 pelaku. Otak pelaku  Hendrik Tampubolon yang merupakan pelaku penembakan petugas parkir tewas ditembak. Sementara 4 anak buahnya ditangkap dalam keadaan hidup walau dua diantaranya diberi tindakan tegas dan terukur dengan menembak dibagian kakinya, yakni PS, FA, PR, D .

“Pengungkapan ketiga kasus itu dituntut kejelian dalam menganalisa TKP, barang bukti dan lainnya dan kesabaran dalam mengumpulakan informasi dan alat yang bisa dijadikan sebagai petunjuk serta profesionalitas yang tinggi dalam mengevaluasi dan mengidentifikasi barang bukti serta menganalisa keterangan saksi. Itu semua dimiliki tim sehingga mampu mengungkap kasus tersebut,” bebernya.

Dengan kesuksesan itu, Wak Genk minta agar tim yang terlibat tidak terlena karena tantangan kedepan akan semakin komplek seiring dengan perkembangan jaman.” Selamat bertugas dan sukses selalu..Bravo Polri Polda Sumut,” pungkas Muh Abdi Siahaan/Wak Genk.***