Sidang Pembunuhan Hakim Jamaluddin, ZH: Korban Lebih Parah dari Suami Saya Pertama

Jumat, 15 Mei 2020 | 20:11 WIB

Medan, Mpol: Zuraidah Hanum( ZH) istri kedua almarhum Jamaluddin yang merupakan Hakim di Pengadilan Negeri Medan mengaku mengalami kisah asmara yang tragis.

“Saya merasa tak terima dengan perlakuan Jamaluddin dengan sikapnya yang suka bermain wanita bahkan lebih parah dari suami pertamanya,”ucap Zuraidah dalam kesaksian untuk terdakwa Jepri Pratama yang berlangsung diruang Cakra 1, Pengadilan Negeri Medan, Jumat (15/5/20).

Hingga akhirnya ia bertemu dengan Jepri Pratama yang kebetulan anak-anak mereka satu sekolah disalah satu perguruan Swasta.

Diakuinya karena sering bertemu akhirnya timbullah benih cinta dikeduanya. Zuraidah mengatakan Jepri lebih memahami dirinya daripada Jamaluddin.

Bahkan ketika itu ia sering curhat kepada Jepri dikarenakan tak tahan dengan sikap Jamaluddin. Masih dalam penuturannya ia berniat mengakhiri hidupnya. Namun Jepri memberikan semangat dan berkata kenapa kamu yang mati, karena dia itu bukan manusia lagi jadi dialah yang mati.

Hingga akhirnya timbullah rencana menghabisi Jamaluddin, setelah bertemu dengan Jepri tanpa mempertimbangkan pernikahannya kedua dengan Jamal memasuki 9 Tahun dan dikarunia satu orang putri tersebut dijalankan.

Dimana ia dan jepri sering bertemu dan semakin jauhn keduanya pun terjebak dalam hubungan asmara yang terlarang. Bahkan hubungan itu dilakukan pernah di rumah yang mereka tempati dengan Jamaluddin di Royal Monarco.

Perbuatan itu juga tak disangkal Zuraidah Hanum. Namun ia menuturkan mengenai pelaksanaan pembunuhan itu teknisnya Jepri dan Rezalah. Dimana untuk memuluskan aksi pembunuhan memang ia memasukan kedua kedalam rumah dan menyembunyikan di lantai 3 menunggu isyarat panggilan telephon.

Bahkan Jepri yang menerima isyarat dengan panggilan miscal bersama Reza langsung melaksanakan pembunuhan dengan rentang waktu lima menit nyawa hakim Jamaluddin akhirnya melayang ditangan keduanya.

Zuraidah dalam kesaksiannya membantah, bahwa ia akan segera menikah dengan Jepri, bila Jamal telah tiada. “Itu bisa ya, dan bisa tidak, karena saya tak janji,” ungkap Zuraidah.

Termasuk soal janji mau dibukakan kantor pengacara, dibelikan rumah dan mobil sport pajero itu semua juga tidak ada. “Kalau itu tidak pernah saya janji sama dia,”ujarnya.

Zuraidah mengatakan soal kenapa ia meminta agar mayatnya di buang karena ia tidak mau dituduh membunuh sebab rencana awalnya, Jamal itu diskenariokan kena serangan jantung dan bukan kasus penganiyaan karena ada bekas lembam dikawasan hidungnya.

Ia juga menegaskan soal mau mayat dibuang kemana itu terserah Jepri dan Reza. Ia pun tidak pernah memerintahkan agar dibuang ke daerah Belawan atau Berastagi.

Zuraidah menuturkan bahwa ia memang sudah sakit hati dengan Jamal, dan itu tidak bisa tergantikan hingga ia merasa mendapat support dari Jepri.

Dalam persidangan itu, Zuraida mengatakan bahwa peran Reza hanyalah sebatas apa yang dimintakan oleh Jepri sebagai kakaknya.

Kesaksian Zuraida sendiri pun ada yang dibantah oleh Jepri, ia menyatakan bahwa soal mau menikah dan dibiayai oleh kantor memang telah disepakati oleh ia bersama Zuraida meski tanpa tertulis.

Sementara itu sebelumnya Reza menyatakan ia merasa simpati dengan kisah Zuraida, sehingga ketika Jepri meminta membantu menghabisi Jamal, ia pun setuju.

Sementara dalam keterangan sebagai terdakwa Jepri mengaku bahwa ia perbuat karena simpatik dengan Zuraidah termasuk merencanakan pembunuhan.

Usai mendengarkan keterangan keduanya hakim menunda persidangannya, dimana untuk keterangan terdakwa Reza dan Zuraidah hingga pekan depan. **