Resmob Polrestabes Medan Ungkap Kasus Pemalsuan Surat Kendaraan, 3 Orang Ditangkap

Sabtu, 27 November 2021 | 18:00 WIB

Medan, MPOL : Petugas Unit Resmob Sat Reskrim Polrestabes Medan kembali mengungkap kasus tindak pidana. Kali ini, petugas mengungkap kasus pemalsuan surat (dokumen) kendaraan bermotor dengan menangkap 3 orang tersangkanya.

Ketiga tersangka yang diamankan masing-masing MR (27) warga Jl. Panglima Denai Gg. Penang, Kel. Tegal Sari Mandala III, Kec. Medan Denai, FR (48) warga Jl. M. Yakub Gg. Seri Bandar No. 05, Kec. Percut Sei Tuan dan SL (26) warga Jl. Karya Jaya Gg. Eka Sama, Kec. Medan Johor.

“Ketiganya mempunyai peran yang berbeda-beda. Untuk tersangka MR berperan membuat ataupun merubah identitas STNK, tersangka FR berperan menyediakan sepeda motor lalu menjualnya dengan STNK yang sudah diubah identitasnya. Sedangkan tersangka SL membeli sepeda motor yang STNK nya telah diubah identitasnya oleh MR,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Dr. Muhammad Firdaus,” Sabtu (27/11/2021) sore.

Kasat Reskrim didampingi Kanit Resmob Iptu Marvel Ansanay mengatakan, kasus tersebut terungkap berawal ketika pihaknya mendapat informasi adanya transaksi jual beli (COD) sepeda motor RX King yang diduga hasil kejahatan di depan salah satu minimarket Jl. SM Raja, Kec. Medan Kota, Rabu (10/11/2021) siang.

Saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas, tersangka SL menunjukkan STNK yang ternyata hasil kerokan (dipalsukan). Kemudian dari hasil interogasi petugas di lapangan, tersangka SL mengaku STNK tersebut dibuat oleh temannya MR alias A yang berlokasi di Jl. M. Yakub Lubis, Kec. Percut Sei Tuan.

Selanjutnya petugas melakukan pengembangan ke lokasi keberadaan tersangka MR. Sesampainya di TKP, petugas mendapati tersangka MR sedang mengoperasikan laptop dan akan mencetak STNK sepeda motor Yamaha Mio milik FR dengan menggunakan data yang sudah dipalsukan.

“Setelah memastikan bahwa tersangka sedang mencetak surat kendaraan palsu, petugas langsung mengamankan kedua tersangka berikut barang bukti ke Polrestabes Medan guna penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Sebagai batang bukti, petugas mengamankan 1 unit Notebook merk Samsung, 1 unit printer merk Pixma, 8 lembar surat tanda Nomor kendaraan bermotor (STNK), 8 lembar surat keterangan pajak dan 1 unit handphone merk Samsung.

Kemudian, 1 unit sepeda motor merk Yamaha Mio warna hitam tahun 2010 dengan plat terpasang BK 2613 XB, 1 satu unit sepeda motor RX aking warna biru BK 5656 CB serta 1 unit sepeda motor Xeon BK 4887 ABF.

“Adapun motif tersangka memalsukan STNK bertujuan mempermudah menjual beli kendaraan bermotor diduga hasil kejahatan dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan. Sementara modus operandinya yakni merubah data dalam STNK menggunakan data palsu dengan cara merusak/ menghapus data asli dalam STNK dan mencetak data baru menggunakan printer,” ungkapnya.

Akibat dari perbuatannya, para tersangka dipersangkakan Pasal 263 Jo 264 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. *