Puluhan Pegawai KPK Tak Lulus Ujian Wawasan Kebangsaan, Gandi: Mari Jangan Saling Menyalahkan

Rabu, 5 Mei 2021 | 11:37 WIB

 

Medan,MPOL: Puluhan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memegang tugas penting tidak lulus dalam ujian wawasan Kebangsaan yang digelar BKN, dan bakal disingkirkan dari KPK guna melaksanakan UU.
Pegawai KPK harus ASN/PNS. Bahkan Novel Baswedan, penyidik KPK, mantan Polri sudah ditest/diuji.

” Yang menjadi teka teki, puluhan pegawai KPK tidak lulus wawancara Kebangsaan oleh BKN segera diganti dan cara menggantinya apakah sesuai dengan roh KPK atau yang diinginkan pimpinan KPK. Sementara pergantian juru bicara belum selesai”, kata Koordinator Wilayah Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Drs Gandi Parapat di Medan, Rabu (5/5/2021).

Kata Gandi, saat ini timbul riak- riak, tidak lulusnya puluhan pegawai KPK, seolah keinginan atau permintaan ketua KPK. Jadi dalam masalah itu, PMPHI berharap, tidak perlu saling menyalahkan.

“Tapi salahkanlah UU, jangan disalahkan yang menjalankan UU. Pegawai KPK sudah “diatur” oleh BKN. Jadi untuk mencapai tujuan masyarakat luas memberantas korupsi melalui KPK, tidak perlu menyudutkan ketua KPK, kecuali ketua KPK dan jajarannya melanggar UU yang berlaku”, kata Gandi Parapat.

Ditambahkan Gandi, semenjak dilantik, belum ada Ketua KPK melanggar UU yang berlaku, dia hanya menjalankan tugas sesuai UU yang berlaku. Mungkin Pimpinan KPK merasa kehilangan dan kaku bekerja atas musibah yang dialami puluhan pegawai. Hal ini bisa dinilai melumpuhkan KPK kebanggaan masyarakat.

Ketua dan wakil Ketua KPK, sampai saat ini tetap semangat kerja walaupun berbagai masalah yang menimpah KPK.

“Harapan kami agar semua kita ini jangan saling mencari kesalahan .Mari kita tetap mendukung KPK memberantas korupsi”, tutup Gandi Parapat.