Polrestabes Medan Tidak Gubris Perintah Div Propam Polri, Kabid Humas: Masih pemberkasan menunggu saran Bidkum

Selasa, 20 September 2022 | 18:05 WIB

Medan, MPOL: Laporan pengaduan seorang warga bernama Edwin ke Provost Polrestabes Medan atas kasus ketidak profesionalan dua oknum penyidik Satreskrim Polrestabes Medan yakni Iptu M.Karo-karo SH dan Bripka M.Dimpos Situmorang SH sampai saat ini tidak ada kepastian hukum, sementara laporan disampaikan April 2018.

 

Padahal, Biro Paminal Divpropam Polri telah menyurati Propam Poldasu dan Provost Polrestabes Medan untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

 

Edwin, kepada wartawan mengatakan, kedua oknum polisi tersebut dilaporkan ke Propam karena dinilai tidak professional bahkan terkesan melakukan kriminalisasi dalam menangani laporan polisi nomor LP/723/K/IV/2018/SPKT Restabes Medan tanggal 16 April 2018 tentang tindak pidana penipuan dan atau penggelapan atasnama Fery Tandiono.

 

“Karena laporan pengaduan saya terhadap kedua oknum polisi itu tidak jalan, lalu saya menyurati Kadiv Propam Polri,” kata Edwin.

 

Kemudian, Div Propam Polri mengirimkan SP2HP2 (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan Propam) nomor B/522/VIII/Was.2.4/2021/Divpropam tanggak 5 Agustus 2021 yang ditandatangani an Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Karo Paminal KBP Denny SN Nasution S.IK.MH.

 

Adapun SP2HP2 Divpropam Polri itu menyatakan, ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Medan yakni Iptu.M.Karo-karo SH dan Bripka M.Dimpos Situmorang SH dalam menangani laporan polisi nomor: LP/723/K/IV/2-18/SPKT Restabes Medan tanggal 16 April 2018, selanjutnya terhadap penanganan dugaan pelanggaran telah dilimpahkan ke Bidpropam Poldasu sebagaimana surat nomor R/768/VIII/Was.2.4/2021/Divpropam tanggal 3 Agustus 2021.

 

“Sudah satu tahun sejak saya terima SP2HP2 yaitu tanggal 3 Agustus 2021 hingga saat ini, Polrestabes Medan tidak melaksanakan printah Kadiv Propam Polri tersebut,” kata Edwin dengan nada kecewa.

 

Dia mengaku, akibat ketidak profesionalan oknum penyidik itu, dirinya sempat ditahan 2 bulan di Polrestabes Medan dan 3 bulan tahanan kejaksaan. Namun dalam persidangan, hakim memutuskan kalau dirinya tidak bersalah dan bebas.

 

“Bahkan, hakim menilai yang sepatutnya menjadi korban adalah saya,” tegas Edwin menambahkan dengan dasar putusan pengadilan itu dirinya melaporkan Iptu M Karo-karo dan Bripka M.Dimpos Situmorang ke Propam.

 

Sementara itu, Kabid Humas Poldasu Kombes Hadi Wahyudi yang dikonfirmasi terkait kasus ini mengatakan, masih dalam pemberkasan Propam.

 

“Masih dalam pemberkasan Propam menunggu saran dari Bidkum. Nantinya hasil pemberkasan dimaksud akan diserahkan ke Propam untuk dilakukan sidang,” ujar Kombes Hadi Wahyudi, Senin (19/9).

 

Terkait jawaban pihak Provost Polrestabes Medan mengatakan masih menunggu surat izin dari Kapoldasu, juru bicara Polda Sumut itu mengatakan hasil sidang itu nantinya yang akan dilaporkan ke pimpinan. “Terkait kasus ini tidak harus ada izin dari Kapolda baru kemudian dilakukan sidang,” terangnya.***