Polres Tanjung Balai Ungkap Kasus Pembunuhan Mayat Dibakar

Jumat, 13 Mei 2022 | 10:30 WIB
Tanjungbalai, MPOL: Satreskrim Polres Tanjung Balai bekerja sama dengan Jahtanras Dirreskrimum Poldasu mengungkap kasus pembunuhan sadis yang mayat seorang pria ditemukan dengan kondisi gosong dan leher nyaris putus.
Diketahui mayat pria bernama Supriadi (36) Wiraswasta, warga Pasar V Dusun XIV Gang Salak 11 / Setia, Kelurahan Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan Kota Medan, di temukan telungkup sudah meninggal dunia dengan luka gorok di lehernya lalu dibakar pelaku sadis.
Mayat ditemukan di Jalan Lingkar Utara Lingkungan V Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai pada Rabu  20 April 2022 sekira Pukul 03.00 Wib.
Pengungkapan kasus itu dipaparkan Kapolres Tanjungbalai AKBP Triyadi SH. SIK, Kamis (12/5).
Triyadi mengatakan, kedua tersangka inisial BW (32), Wiraswasta, warga Jalan Pancing, Lingkungan II, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai dan S Alias AB (37), seorang Paranormal, warga Jalan Rel Kereta Api, Lingkungan II, Kelurahan Pematang Pasir, Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai. Sementara tersangka AM Alias U (32), warga Jalan Kakap, Kelurahan Pematang Pasir, Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai masih DPO.
“Kronologis kejadian nya pada Rabu Tanggal 20 April 2022 sekira Pukul 00.30 Wib, dikarenakan sebelumnya tersangka BW merasa curiga terhadap sikap dan perilaku korban yang sepertinya hendak mengkibuskan perbuatan tersangka BW, mengenai perbuatan BW yang hendak memberangkatkan korban ke Malaysia melalui jalur tidak resmi. Kemudian BW mengajak S Alias AB dan M Alias U untuk melakukan pembunuhan terhadap korban,” jelas Kapolres.
Kemudian, kata Kapolres, kedua tersangka berencana melenyapkan korban. Dalam perencanaan itu, keduanya berniat membunuh korban disatu lokasi yaitu kawasan perkebunan dan untuk menghilangkan jejak mereka membakar mayat korban.
Lalu, AM Alias U mengambil sebilah senjata tajam jenis pisau dan S Alias AB mengambil sebuah botol bekas minum Aqua 600 ml yang berisikan Pertalite. Kedua tersangka, dengan mengendarai sepeda motor pergi bersama-sama mencari lokasi untuk melakukan pembunuhan terhadap korban yaitu di sebidang tanah kosong yang dikelilingi beberapa pohon sawit yang terletak di Jalan Lingkar Utara.
“BW menyuruh S Alias AB dan AM Alias U menunggu di TKP sedangkan BW seorang diri mengendarai sepeda motornya menjemput korban dari rumah saksi Bunga. Setibanya di TKP, BW dengan menggunakan sebuah pisau milik AM Alias U, menusukkan pisau tersebut kearah leher Supriadi sehingga pisau tersebut tertancap pada leher korban. Saat tubuh korban meronta A Alias AB  membacok parang tersebut ke kepala korban beberapa kali dan punggung serta telapak tangan kanan korban,” terang Triyadi.
Dalam keadaan bersimbah darah dan tidak sadarkan diri, lalu BW menyembelih leher korban hingga nyaris putus.
“Setelah melihat tubuh korban tidak bergerak lagi barulah BW menyiramkan pertalite ketubuh korban selanjutnya tersangka AM Alias U menyulutkan mancis sehingga sekujur tubuh korban terbakar agar jasad korban tidak dikenali lagi atau menghilangkan jejak lalu kemudian ketiga tersangka pergi meninggalkan tempat kejadian dengan mengendarai sepeda motor mereka,” jelas Triyadi.
Triyadi Mengatakan, pengungkapan Kasus pembuhuhan tersebut butuh waktu dua hari sejak terjadinya peristiwa atas kerjasama tim gabungan Dit Reskrimum Poldasu.***