Polres Belawan Tak Berani Tahan Mariana, Pengacara: Sudah Tidak Ditahan, Berkasnyapun Tak Jalan

Rabu, 27 Januari 2021 | 20:08 WIB

Medan,MPOL: Kasus dugaan penipuan yang melibatkan Mariana (48), pemilik Toko Asia Paper, masih bergulir di Polres Pelabuhan Belawan.

Namun kendati wanita yang tinggal di Jalan Merbau Perumaha Cemara Asri itu sudah dijadikan tersangka, namun istri dari terpidana Halim alias Asiong, yang kini mendekam di Rutan Labuhan Deli itu tidak kunjung dilakukan penahanan. Sampai saat ini, Mariana, wanita turunan Tionghoa itu masih bebas berkeliaran.

Bahkan, amatan dilapangan, Mariana kerap bersama dengan seorang pengusaha turunan yang dikenal dekat dengan oknum pejabat di Poldasu.

Tersangka penipuan Mariana sedang menjenguk suaminya di RTP Polsek Percut Sri Tuan.(ist).

Tidak diketahui pasti alasan penyidik Polres Pelabuhan Belawan tidak melakukan penahanan terhadap tersangka Mariana. Apakah karena ada interfensi dari oknum pejabat di Poldasu, tidak diketahui pasti.

Sementara Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Kadek yang dikonfirmasi soal kasus yang menjerat Mariana, tidak bersedia menjawab panggilan telepon. Demikian juga dikonfirmasi melalui what’s App (WA) ke no.085226182xxx juga tidak dibalas.

DIDUGA ADA INTERFENSI

Sementara itu, Kuna Silen SH selaku kuasa hukum korban, Daniel Rachmat mengatakan, Polres Pelabuhan Belawan tidak berani melakukan penahanan terhadap tersangka Mariana diduga karena ada intervensi dari oknum PJU Poldasu.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja penyidik Polres Pelabuhan Belawan yang menetapkan Mariana sebagai tersangka. Tapi dilain sisi, saya merasa kecewa karena tidak dilakukan penahanan karena diduga ada interfensi dari oknum pejabat di Poldasu,” kata Kuna Silen SH.

Dia mengaku sangat kecewa karena masih ada pejabat yang berani mengintervensi kasus yang ditangani di setingkat Polres.

Seharusnya, penyidik berpihak kepada korban bukan kepada tersangka, apalagi tersangka tidak ditahan bahkan berkasnyapun tidak kunjung dikirim ke JPU.

“Sudah tersangka tidak ditahan berkasnyapun tidak jalan, tersangka sendiri minta maafpun tidak ada. Itu terjadi karena sudah merasa besar kepala akibat campur tangan oknum pejabat tersebut,” tegasnya.

“Kredibilitas Polri sudah rusak karena masih ada jaman sekarang yang yang berani mengintervensi. Kapolda sendiri sudah berulangkali mengatakan tidak akan pernah mengintervensi penyidikan tapi menyerahkan penuh kepada yang menangani. Saya berharap Pak Kapoldasu menindak tegas anak buahnya yang berani mengintervensi,” tegas Kuna tanpa menyebut oknum PJU dimaksud.

Kabar yang saya dapat kalau Mariana punya kedekatan khusus dengan seorang pengusaha yang dekat dengan oknum-oknum pejabat tinggi Poldasu. “Saya menduga oknum itu yang meminta kepada oknum pejabat tersebut agar Mariana tidak ditahan. Bahkan, informasinya oknum pejabat itu memerintahkan agar kasus itu digelar di Poldasu dan kemungkinan kasus itu akan ditarik ke Poldasu,” ungkap Kuna Silen.

Pengacara muda yang kerap membela hak-hak masyarakat yang tidak punya itu berharap dengan kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak ada lagi pejabat yang mengintervensi anak buahnya melakukan penyidikan suatu kasus.

“Bila tersangka tidak ditahan, saya akan laporkan ke Kapolri dan presiden bila masih terjadi intervensi,” tegasnya.

Alumni Fakultas Hukum UISU itu menjelaskan kronologis kasus penipuan berawal dari bisnis jual beli kacang antara korban, Daniel Rachmat selaku sub dialer PT.FKS dengan Mariana selaku pemilik Toko Asia Paper yang beralamat di Jalan Pelita 4 Blok C Komplek Kim Star Tanjung Morawa, Kab Deli Serdang, sejak tahun 2015.

Singkat cerita, Mariana tidak membayar pembelian kacang kepada Daniel Rachmat. “Berbagai upaya telah dilakukan korban agar Mariana membayar namun dia selalu beralasan macam-macam. Terakhir dia bilang tidak ada lagi uang untuk membayar,” ujarnya.

“Ada empat kali pengambilan kacang oleh Mariana ke PT.FKS yakni sebanyak 30.000 Kg dengan harga RP.210.187.500,” kata Kuna.

Merasa ditipu, Daniel Rachmat mengadu ke Polres Pelabuhan Belawan dengan nomor LP/450/X/2020/SPKTerpadu Polres Pelabuhan Belawan tanggal 14 Oktober 2020.***