Polres Batu Bara Ciduk Dua Bandar Sabu

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:52 WIB

 

Batu Bara , MPOL: Sepekan  terakhir, Satres Narkoba Polres Batu Bara berhasil menangkap dua tersangka bandar narkoba jenis sabu yang meresahkan masyarakat dari dua lokasi berbeda.

Kasatres Narkoba Polres Batu Bara AKP Sastrawan Tarigan melalui KBO Narko AKP Yahman kepada wartawan menjelaskan kegiatan tersebut di kantornya, Jumat (21/1/22).

“Mereka berhasil kita ringkus berkat kerjasama dengan masyarakat yang melaporkan keberadaan bandar sabu. Setelah kita lidik ternyata benar sehingga langsung kita ringkus”, papar AKP Yahman.

Dijelaslan, tersangka ditangkap dari sebuah warung kopi di Kampung Tempel Desa Perkebunan Tanjung Kasau Kecamatan  Laut Tador, personil Satres Narkoba berhasil meringkus seorang bandar sabu yang tengah menunggu pelanggannya.

Tersangka bandar sabu Budi (33) yang tidak memiliki pekerjaan tetap warga Desa Dwi Sri Kecamatan Tanjung Kasau diringkus bersama 12 paket sedang narkotika jenis sabu dengan berat brutto 15,25 gram.

Selain menyita 12 paket sabu, petugas juga menyita 2 unit HP,  1 bungkus plastik yang berisikan plastik kosong serta 1 buah pipet plastik berbentuk Skop.

“Ketika diinterogasi terduga bandar sabu Budi mengakui kepemilikan barang haram tersebut untuk dijual”, jelas Yahman.

Sebelumnya, personil Satres Narkoba juga telah meringkus Dedi H (33), seorang bandar sabu warga Dusun VI Desa Simpang Gambus Kecamatan Lima Puluh di rumahnya, Rabu (12/1/22).

Dari terduga bandar sabu Dedi H, ditemukan dan disita barang bukti berupa 1 bungkusan plastik berisikan narkotika sabu dengan berat brutto 1, 34 gram, 2 potong kaca pirex, 1 pipet, 1 bungkus plastik klip transparan ukuran kecil, 1 buah dompet dan uang tunai Rp. 40 ribu.

Saat dilakukan penggeledahan di TKP dan berhasil ditemukan barang bukti sabu, tersangka  pelaku  mengakui kepemilikan dari narkotika shabu tersebut.

“Saat ini kedua tersangka masih dalam pemeriksaan intensif di Satres Narkoba guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.  Kita juga masih melakulan pengembangan kasus untuk mendapatkan jaringannya”, tutup AKP Yahman.***