Polisi Tangkap 3 Pelaku Diduga Geng Motor Bacok Remaja Hingga Kritis di Percut

Kamis, 12 Mei 2022 | 17:28 WIB

Medan, MPOL : Polrestabes Medan telah mengamankan 3 orang diduga anggota geng motor pelaku penyerangan disertai penganiayaan di Jl. Karya Kesuma, Desa Bandar Klippa, Kec. Percut Sei Tuan, Minggu (13/3/2022) lalu.

Atas kejadian tersebut, korban Ariandi Tampubolon (19) warga Jl. Karya Kesuma Pasar X Dusun XV, Desa Bandar Klippa, Kec. Percut Sei Tuan, kritis karena tangan dan telinganya nyaris putus akibat ditebas (dibacok) pelaku menggunakan senjata tajam.

PS Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa mengatakan, dari hasil penyidikan pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap 3 tersangka, dimana salah satu pelakunya masih anak dibawah umur. Ketiganya yakni, S, A, dan J. Kemudian, dari 3 tersangka, petugas mengamankan samurai dan rantai yang digunakan untuk menganiaya korban.

“Jadi proses penyidikan ini masih berjalan. Ada beberapa nama lagi yang masih dilakukan pendalaman yang kaitannya dengan kejadian tersebut,” kata Fathir kepada medanposonline.com, Kamis (12/5/2022) sore.

Fathir menjelaskan, saat diinterogasi, para pelaku masih memberikan keterangan yang berkelit. Walaupun begitu, pada saat kejadian para pelaku mengakui melakukan penyerangan menggunakan sepeda motor.

“Untuk motif sementara karena masalah sakit hati karena mereka juga saling mengenal,” ungkapnya.

Mantan Kasat Reskrim Polres Langkat ini menghimbau kepada masyarakat apabila mengetahui ataupun mendapatkan informasi kaitannya dengan segala bentuk gangguan dari para pelaku kejahatan, khususnya kejahatan jalanan dan premanisme agar sesegera mungkin dapat berkomunikasi dengan polisi.

“Sehingga kami (polisi) dapat melakukan tindakan hukum lebih cepat dan menciptakan rasa aman di masyarakat.

Sebelumnya, menurut keterangan Fitri Anisah, kakak kandung korban, peristiwa pembacokan itu terjadi saat adiknya sedang jaga malam bersama dengan teman-teman sekampungnya. Lalu, tiba-tiba datang puluhan orang yang merupakan geng motor melakukan penyerangan dengan membawa sejumlah senjata tajam.

“Kejadiannya itu sekitar jam 4 pagi. Adik sama-sama temannya sedang ngeronda keliling kampung, seperti biasa,” kata Fitri kepada wartawan, Jumat (18/3/2022).

“Tiba-tiba datang geng motor itu, main serang aja, orang itu ada sekitar 20 motor, boncengan bawa senjata tajam langsung nyerang gitu, enggak ada yang dikenal pelakunya,” tambahnya.

Saat penyerangan terjadi, adiknya bersama dengan temannya sempat panik. Namun, korban tidak sempat melarikan diri, karena hendak menyelamatkan sepeda motornya.

“Pas mereka datang, kawan-kawannya lari semua. Adik saya terlambat lari, karena mau selamati sepeda motornya,” tuturnya.

Akibat dari penyerangan tersebut adiknya mengalami luka serius karena dibacok kawanan geng motor dan harus dilakukan operasi di RS Adam Malik.

Fitri mengatakan, para anggota geng motor hanya merampas satu unit handphone saat kejadian penyerangan tersebut.

“Cuma handphone saja yang diambil sama mereka, sepeda motor enggak sempat diambil,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan aksi geng motor di kawasan itu baru ini saja terjadi.

“Baru ini kejadian seperti ini, biasanya maling yang banyak. Tangannya sebelah kiri sobek parah sudah dioperasikan 12 jam, kupingnya 10 jahitan,” katanya. *