Polisi Jerat Pasal Berlapis Ibu Tiri Aniaya Anak Hingga Lebam-lebam

Kamis, 13 Januari 2022 | 16:46 WIB

Medan, MPOL : Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Medan menjerat pasal berlapis kepada Lisnauli Sitorus, ibu tiri yang ditetapkan tersangka karena melakukan penganiayaan terhadap MADL hingga wajah korban lebam-lebam.

Pernyataan itu ditegaskan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Dr. Muhammad Firdaus kepada wartawan.

“Iya kita jerat pasal berlapis, UU PKDRT Pasal 44 ayat (2) pidana penjara 10 tahun, ayat (1) pidana penjara 5 tahun,” jelas Firdaus saat dikonfirmasi, Kamis (13/1/2022) sore.

Selain itu, Firdaus menambahkan terhadap tersangka juga dijerat dengan UU Perlindungan Anak Pasal 80 ayat (2) ancaman pidana penjara 5 tahun, ayat (1) ancaman pidana penjara 3 tahun 6 bulan.

Sebelumnya, seorang bocah berumur 8 tahun memar-memar setelah dihajar emak tirinya. Peristiwa itu terjadi di salah satu desa di Kecamatan Sunggal, Deli Serdang. Akibat dari kejadian tersebut, korban MADL mengalami memar-memar di bagian wajahnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Dr. Muhammad Firdaus ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pelaku ibu tiri korban sudah ditangkap.

“Pelaku ibu tirinya bernama Lisnauli Sitorus sudah kita tahan,” katanya saat dihubungi, Kamis (13/1/2022) siang.

Firdaus menjelaskan, peristiwa itu terjadi, Jumat (7/1/2022) sekira pukul 15.30 WIB. Ketika itu korban sedang belajar membaca di ruang tamu yang diajari oleh tersangka yang merupakan ibu tirinya, Lisnauli Sitorus. Namun karena korban sulit untuk mengerti, tersangka emosi dan mengambil penggaris besi kemudian memukul kepala korban hingga berulang kali.

Pelaku penyiksaan dan korban. (Foto: Arya).

Selain itu, tersangka juga mendorong wajah korban ke belakang mengenai mata. korban sebelah kanan dan menyuruh anak korban memakan cabai rawit. Pada saat kejadian, di dalam rumah ada kakak korban berinisial IAM, di mana ia berada di dalam kamar dan mendengar korban berteriak-teriak dengan mengatakan ‘ampun, ampun’.

“Ketika mendengar korban menjerit, saksi keluar dari kamar dan melihat korban sudah muntah di atas buku bacaannya karena memakan cabai rawit,” katanya.

Kemudian besok paginya, sambung Firdaus, pada saat bangun pagi, ayah angkat korban Sugino Ariyanto (pelapor) melihat wajah anak korban sudah memar-memar dan mata sebelah kanan memerah. Ketika ditanya oleh pelapor, korban yang diduga kuat sudah ketakutan itu mengaku bahwa korban jatuh di kamar mandi.

Selanjutnya, Senin (10/1/2022) saat korban masuk sekolah, wali kelas korban melihat wajah korban lebam-lebam. Kemudian wali kelas tersebut bertanya apa penyebabnya dan dijawab oleh korban bahwa ia jatuh di kamar mandi.

“Gurunya tidak percaya dan terus didesak, akhirnya korban mengaku bahwa dia dipukul oleh tersangka. Mendengar pengakuan korban, maka pihak sekolah memanggil pelapor dan waktu itu korban tidak mau pulang ke rumahnya karena takut dan bermalam di rumah gurunya,” jelasnya.

Kemudian, Selasa (11/1/2022) sekira pukul 14.00 WIB, tersangka dijemput oleh masyarakat ke rumahnya dan diserahkan ke Polrestabes Medan.

“Untuk motifnya karena tersangka emosi lantaran korban lambat diajari dalam belajar,” sebutnya. *