Poldasu Selidiki Kebenaran Tersangka Rapid Tes Bekas Bangun Rumah Mewah di Sumbar

Minggu, 2 Mei 2021 | 20:25 WIB

Medan,MPOL: Penyidik Ditreskrimsus Poldasu masih menyelidiki adanya informasi kalau otak pelaku praktek Rapid test sweb anti gen bekas di Bandara KNIA inisial PM, sedang membangun rumah mewah di Griya Pasar Ikan, Simpang Priuk, Lubuklinggau, Propinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengakui, penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut sedang mengecek dan mengumpulkan data terkait informasi pembangunan rumah mewah tersebut.

“Kita harus mengecek kebenarannya, apakah dana pembangunan rumah itu aliran dari hasil pidana alat stik test swab antigen bekas atau bukan,” kata Hadi Wahyudi kepada wartawan, Minggu (2/5/21).

Hadi memastikan, jika dana pembangunan rumah mewah itu hasil dari tindak pidana, maka penyidik akan segera melakukan penyitaan.

“Kalau terbukti ya disita dan bisa dijerat UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU atau money laundering (pencucian uang),” ujarnya.

Sebelumnya, Polda Sumut menetapkan lima tersangka kasus alat Swab Test Antigen bekas, di Bandara Kualanamu.

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menjelaskan, kelimanya adalah PM yang menjabat sebagai Bisnis Manajer Kimia Farma Diagnostika Kota Medan, beserta 4 pegawainya, masing-masing berinisial DP, SP, MR dan RN.

“PM merupakan aktor intelektualnya,” terangnya.

Dalam aksinya, stick test swab Antingen yang telah digunakan dicuci dengan alkohol. Dalam sehari, stick daur ulang itu bisa digunakan 100-150 orang masyarakat yang hendak melakukan perjalanan udara. “Tentu itu tidak sesuai standar kesehatan,” tegasnya.

Panca menambahkan, para pelaku melakukan mendaur ulang stik tersebut mulai 17 Desember 2020. Ditaksir selama ini, para pelaku telah mendapatkan keuntungan sekitar Rp1,8 miliar.***