Poldasu “Genjot”  Penyidikan Bos Electra Tersangka Penggelapan Rp 1,8 Miliar 

Kamis, 4 Agustus 2022 | 18:58 WIB

Medan, MPOL : Polda Sumut tengah berupaya “menggenjot” hasil penyidikan tersangka Bos atau pemegang saham KTV Electra Yonglani (59) alias Yekyong alias YY warga Jalan S.Parman Medan, untuk segera dikirim ke JPU.

 

“Penyidik sedang berupaya menyelesaikan hasil penyidikan atasnama tersangka Yonglani agar dapat segera dikirim ke JPU,” ujar penyidik AKP Mulyadi yang dihubungi wartawan, Kamis (4/8).

 

Dia mengatakan, jika berkas sudah rampung maka akan segera dikirim ke jaksa.

 

“Kita sudah memeriksa tersangka Yonglani dan saat ini tinggal melengkapi berkas untuk segera dikirim ke JPU,” ujarnya.

 

 

Diketahui Yonglani akhirnya memenuhi panggilan penyidik Poldasu sebagai tersangka penggelapan aset lokasi hiburan sebesar Rp 1,8 miliar setelah mangkir dari panggilan polisi, Selasa (2/8/2022).

 

Hal itu dibenarkan saksi korban Hendrik Gunawan kepada wartawan, Kamis (4/8/2022).

 

 

Menurut Hendrik, tersangka Yonglani datang menemui penyidik sekitar pukul 11.00 wib didampingi Tim Penasihat Hukumnya.Pemerikaaan berlangsung larut malam,tapi akhirnya tersangka yang.punya usaha mie pangsit itu tidak dilakukan penahanan.

 

 

Dijelaskannya, kehadiran Yonglani menemui penyidik, karena ada permintaan Pengacaranya dan oknum anggota DPRD Medan agar penyidik menunda jadwal pemeriksaaan 2 Agustus 2022. “Seharusnya tersangka YY sudah menjalani pemeriksaan tersangka 28 Juli 2022 lalu,” ujar Hendrik.

 

 

Sedangkan tersangka Robert, sempat dibawa ke Polda Sumut dan di- BAP. Setelah itu dipulangkan dan tidak ditahan.Sedangkan tersangka ketiga Alexander sampai saat belum diperiksa sebagai tersangka.

 

 

“Kami berharap pada pemeriksaan nanti, tersangka Yonglani memenuhi janjinya dan penyidik segera melakukan penahanan terhadap tersangka untuk mempermudahkan pemeriksaan,” ujar Hendrik.

 

 

Mohon Perlindungan hukum

 

Merasa sulit memeriksa tersangka Yonglani, Hendrik melalui Kuasa Hukumnya sempat memohon perlindungan hukum kepada Kapolri, Karopaminal dan Kadiv Propam Mabes Polri berharap kasus penggelapan mencapai Rp 1,8 miliar itu secepatnya diproses dan dilakukan penahanan.

 

 

Diketahui Hendrik Gunawan, selaku Wakil Direktur KTV Electra mengadukan Yonglani, dkk ke Poldasu, September 2021.Pasalnya, setelah Direktur KTV Electra Sugianto alias Aliang dicokok petugas narkoba, maka lokasi hiburan tersebut dioperasionalkan Hendrik Gunawan.

 

Namun, sebelum masa kontrak lokasi berakhir, Hendrik memohon kepada Yonglani selaku pemegang saham 5 persen dan pemilik gedung segera memperpanjang kontrak sewa lokasi selama 3 tahun dengan nilai Rp 500 juta.Hendrik memberikan 10 lembar cek senilai Rp 50 juta kepada Yonglani.

 

 

 

Tapi belakangan, Yonglani malah menyewakan lokasi hiburan itu kepada Alex dan Robert tanpa persetujuan Hendrik .Padahal seluruh aset KTV Electra yang dikelola CV Setia Laju Sejahtera belum dibahas dan dibubarkan.

 

 

Kini KTV Electra berubah nama menjadi KTV Alectra milik PT Berlian Musika Indonesia yang dikelola Alex setelah mengikat perjanjian sewa dengan Yonglani. Padahal aset dan semua izin CV Setia Laju Sejahtera dipergunakan oleh PT Berlian Musika Indonesia.

 

 

Akibat perbuatan Yonglani, dkk Hendrik Gunawan mengalami kerugian Rp 1,8 miliar.

 

 

Setelah digelar perkara, akhirnya penyidik menetapkan Yonglani, dkk sebagai tersangka penggelapan, 5 Juli 2022. Namun saat dilakukan pemeriksaan, Yonglani belum juga memenuhi panggilan penyidik.

 

 

 

Penasihat hukum Yonglani, Hadi Yanto saat dihubungi wartawan tentang panggilan penyidik Selasa,2 Agustus 2022 belum bersedia berkomentar, menurut stafnya pak Hadi Yanto masih rapat.

 

Tidak ada hubungannya

 

 

Sebelumnya MPOL menayangkan foto tersangka Yonglani bersama seorang pria duduk disebelahnya.
Kami tidak bermaksud mengkaitkan foto tersebut dengan perkara yang dihadapi tersangka, karena kami pun tidak tau identitas pria dimaksud. Belakangan kami baru tau kalau pria tersebut keberatan atas pemuatannya dengan tersangka.

 

 

Atas pemuatan foto pria itu kami mohon maaf dan bantahannya kami muat lagi berita dan foto tanpa foto pria yang keberatan tersebut.***