Polda Sumut Periksa Rektor UINSU Terkait Dugaan Korupsi Rp. 46 Miliar

Senin, 18 Mei 2020 | 20:29 WIB

Medan, MPOL.com: Penyidik Subdit III/Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sumut terus mengintensifkan penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Jl. William Iskandar/Jl. Pancing, Kel. Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, berbiaya Rp. 46 miliar. Rektor UINSU, Prof KH. Saidurrahman sudah dilakukan pemeriksaan termasuk puluhan saksi.

Kapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin melalui Kasubbid Penmas Bid Humas Poldasu, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Senin (18/5/2020) mengatakan, kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu UINSU yang berbiaya Rp. 46 miliar masih dalam tahap penyelidikan.

“Masih tahap penyelidikan, Rektor UINSU Prof KH. Saidurrahman sudah dimintai keterangannya sebagai saksi pekan lalu termasuk puluhan saksi,” ujar MP Nainggolan.

Selain itu, sambung MP Nainggolan, penyidik sudah mendatangkan tim ahli konstruksi dari ITS (Institut Teknologi Surabaya) untuk mengecek bangunan.

“Intinya, penyidik masih bekerja, dengan mendatangkan tim ahli kontruksi dari ITS untuk melakukan penelitian konstruksi bangunan,” katanya.

Mantan Kapolres Nias Selatan (Nisel) itu menambahkan, penyidik Tipikor Ditreskrimsus Poldasu berencana akan melakukan ekspos dengan BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan) untuk melakukan audit dalam rangka perhitungan kerugian negara.

Usai eksos di BPKP, sambung AKBP MP Nainggolan, penyidik akan melakukan gelar perkara dan kemudian penyelidikan akan ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Dalam waktu dekat, penyidik akan melakukan ekspos dengan BPKP untuk menghitung kerugian negara dan setelah itu akan dilakukan gelar perkara, kemudian baru naik ke penyidikan,” jelas Nainggolan.

Menjawab wartawan dari keterangan penyidik akan meningkatkan ke tahap penyidikan usai ekspos di BPKP yang mengindikasikan ada terjadi dugaan korupsi, MP Nainggolan mengatakan, hingga kini kasusnya masih penyelidikan.

“Masih penyelidikan, belum penyidikan. Usai lebaran akan dilakukan ekspos ke BPKP dan selanjutnya melakukan gelar,” tegasnya.

Diketahui, kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu UINSU yang dananya bersumber dari APBN mulai dilakukan penyelidikan oleh Polda Sumut sejak akhir tahun 2018. Pembangunan gedung itu memakan biaya sekitar Rp. 46 miliar. Pembangunan gedung itu dilakukan oleh PT.  Multi Karya Bisnis Perkasa.

Terkait kasus itu, sejumlah elemen mahasiswa dari UINSU sudah berulangkali melakukan unjukrasa di Mapoldasu dan Kejatisu yang menuding penyidik lamban menangani kasus-kasus dugaan korupsi di UINSU. Bahkan, para pendemo mendesak agar penyidik segera menyeret Rektor UINSU Prof KH. Saidurrahman dan memenjarakannya.

Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (Himma) Kota Medan melakukan demo menuding oknum Rektor UINSU Prof KH. Saidurrahman terlibat dalam dugaan korupsi tersebut, agar Poldasu segera menyeret dan menahannya.

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Medan juga demo di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Jalan AH Nasution dan Polda Sumut Jalan SM Raja Medan, Selasa (15/10/2019). Dalam orasinya Ketua PC PMII Kota Medan, Joni Sandri Ritonga didampingi koordinator aksi Rahmat Ritonga mengatakan, berbagai dugaan korupsi di Kampus UINSU diduga melibatkan Rektor Prof KH. Saidurrahman.

“Bukan tanggung-tanggung dugaan korupsinya mencapai Rp. 46 miliar belum termasuk yang lainnya. Untuk itu kita minta Kejatisu dan KPK agar segera memanggil Rektor UIN-SU untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” terang mereka. *